ONDANSETRON

Indikasi: 

mual dan muntah akibat kemoterapi dan radioterapi, pencegahan mual dan muntah pasca operasi.

Peringatan: 

hipersensitivitas terhadap antagonis 5HT3 lainnya, kepekaan terhadap perpanjangan interval QT, obstruksi intestinal subakut, operasi adenotonsillar, kehamilan, menyusui, gangguan hati sedang dan berat (maksimal 8 mg/hari).

Interaksi: 

fenitoin, karbamazepin dan rifampisin: meningkatkan metabolisme ondansetron, tramadol: ondansetron menurunkan efek tramadol, rifampisin: meningkatkan metabolisme ondansetron.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, sindroma perpanjangan interval QT bawaan.

Efek Samping: 

sangat umum: sakit kepala; umum: sensasi hangat atau kemerahan, konstipasi, reaksi lokasi injeksi, tidak umum: kejang, gangguan gerakan (termasuk reaksi ekstrap iramidal seperti reaksi distoni, oculogyric crisis, diskinesia), aritmia, nyeri dada dengan atau tanpa depresi segmen ST, bradikardi, cegukan, peningkatan uji fungsi hati tanpa gejala; jarang: reaksi hipersensitivitas yang terjadi segera dan kadang berat termasuk anafilaksis, pusing saat pemberian intravena secara cepat, gangguan penglihatan sepintas (pandangan kabur) setelah mendapat obat intravena; sangat jarang: kebutaan sementara selama pemberian intravena.

Dosis: 

dewasa, kemoterapi dan radioterapi yang menyebabkan muntah tingkat sedang: oral: 8 mg, 1-2 jam sebelum terapi atau injeksi intravena lambat, 8 mg sesaat sebelum terapi, dilannjutkan dengan 8 mg oral tiap 12 jam sampai dengan 5 hari, muntah berat karena kemoterapi: oral: 24 mg, 1-2 jam sebelum terapi atau injeksi intravena lambat, 8 mg sebelum terapi, diikuti dengan 8 mg dengan interval 4 jam untuk 2 dosis berikutnya (atau diikuti dengan infus intravena 1 mg/jam sampai 24 jam) kemudian diikuti 8 mg oral tiap 12 jam sampai 5 hari. Sebagai alternatif, infus intravena lebih dari 15 menit, 16 mg sesaat menjelang terapi, diikuti dengan 8 mg dengan interval 4 jam untuk 2 dosis berikutnya, kemudian diikuti 8 mg oral tiap 12 jam sampai 5 hari, pencegahan mual dan muntah setelah pembedahan: oral: 8 mg 1 jam sebelum anestesi diikuti dengan 8 mg interval 4 jam untuk 2 dosis berikutnya atau injeksi injeksi intravena lambat atau intramuskular 4 mg induksi pada anestesi, pengobatan mual dan muntah setelah pembedahan: injeksi intramuskular atau intravena lambat: 4 mg dosis tunggal sewaktu induksi anestesi; anak: pencegahan dan pengobatan mual dan muntah kemoterapi dan radioterapi: (6 bulan-18 tahun) infus intravena lebih dari 15 menit, 5 mg/m 2 segera menjelang terapi atau oral 150 mcg/kg bb seg era menjelang terapi (maksimal dosis 8 mg) diulang setiap 4 jam untuk 2 dosis berikutnya, kemudian dilanjutkan oral untuk berat badan ≤ 10 kg, 2 mg setiap 4 jam sampai 5 hari, untuk berat badan > 10 kg 4 mg setiap 4 jam sampai 5 hari (maksimal dosis per hari maksimal 32 mg), pengobatan mual dan muntah setelah pembedahan: (1 bulan-18 tahun) injeksi intravena lambat, 100 mcg/kg bb (maksimal 4 mg) sebelum, selama dan setelah induksi anestesi.