OFLOKSASIN

Indikasi: 

infeksi yang disebabkan strain yang rentan terhadap ofloksasin seperti Staphylococcus sp., Streptococcuspneumoniae, Micrococcus sp., Corynebacterium sp., Branhamella catarrhalis, Pseudomonas sp., Pseudomonas aeruginosa, Haemophilus sp., (Haemophilus influenza, Haemophilus aegyptius) Moraxella sp (Morax-Axenfeld diplo bacillus) Serratia sp. Klebsiella sp., Proteus sp., Acinobacter sp., dan bakteri anaerob (Propionibacterium acne): blepharitis, dacryocystitis, konjungtivitis, tarsadenitis, keratitis dan corneal ulcer.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas; gangguan fungsi hati; pasien dengan riwayat kelainan psikiatrik; hindari penggunaan jangka panjang. Sedimentasi pada ulcer dapat terjadi pada pengobatan untuk corneal ulcer dengan kuinolon topikal. Bila tidak hati-hati dapat merusak (dijaringan kornea). Hati-hati pada pengendara kendaraan bermotor, karena dapat menurunkan kewaspadaan.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (kuinolon).

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas. Takikardia, hipotensi transient, reaksi vaskulitis, ansietas, sempoyongan (unsteady gait), neuropati, gejala ekstrapiramidal, reaksi psikosis (hentikan pengobatan- lihat keterangan di atas); sangat jarang terjadi: perubahan gula darah dan reaksi vaskulitis, terdapat kasus pneumonitis. Pada pemberian intravena dapat terjadi hipotensi dan reaksi lokal (tromboflebitis).

Dosis: 

oral: infeksi saluran kemih, 200-400 mg/hari, sebaiknya pagi hari. Pada infeksi saluran kemih atas dapat dinaikkan sampai dua kali 400 mg/hari. Infeksi saluran kemih bawah, 400 mg/hari, bila perlu dapat dinaikkan menjadi dua kali 400 mg/hari. Infeksi jaringan lunak, 400 mg dua kali sehari.

Gonore tanpa komplikasi, 400 mg dosis tunggal.

Infeksi Klamidia genital tanpa komplikasi, uretritis non-gonokokus, 400 mg per hari dosis tunggal atau dosis terbagi selama 7 hari.

Penyakit radang pelvik 400mg dosis tunggal. Infus intravena: (200 mg/30 menit). Infeksi saluran kemih dengan komplikasi, 200 mg/ hari. Infeksi saluran kemih bawah, 200 mg dua kali sehari.

Septikemia, 200 mg dua kali sehari.

Infeksi kulit dan jaringan lunak, 400 mg dua kali sehari. Pada infeksi berat atau dengan komplikasi, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg dua kali sehari.