NOMEGESTROL ASETAT

Indikasi: 

mengatasi gejala akibat defisiensi progesteron, terutama pada saat premenopause (mestruasi yang tidak teratur, sindrom premenstruasi, mastodinia), functional uterine bleeding dan menoragia fibroma, endometriosis, dismenorea, terapi sulih hormon dalam kombinasi dengan estrogen.

Peringatan: 

Hati-hati pada wanita menyusui; harus dipastikan gangguan dismenorea, uterine haemorrhage dan amenorea bersifat fungsional, sebelum memulai terapi; harus dipastikan tidak ada riwayat kanker payudara atau endometrium; penggunaan harus dihentikan bila terjadi gangguan okular seperti kehilangan penglihatan secara unilateral, diplopia, lesi vaskular pada retina; terjadi trombotik atau tromboembolik vena, sakit kepala berat.

Interaksi: 

Penggunaan bersamaan dengan antidiabetik harus berhati-hati karena efek diabetogenik dari progestogen dosis tinggi, karena itu monitoring reaksi glikemia atau glukosa urin harus lebih sering. Jika perlu, dosis antidiabetik disesuaikan; Penggunaan antikonvulsan (karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, pirimidon), barbiturat, griseofulvin, rifampisin dapat menurunkan efikasi progestogen melalui efek induksi enzim.

Kontraindikasi: 

riwayat tromboflebitis, disfungsi hati berat, genital haemorrhage yang tidak terdiagnosa, hamil.

Efek Samping: 

gangguan menstruasi, amenorea, breaktrhrough bleeding, peningkatan berat badan, insomnia, pilosis, gangguan saluran cerna, gangguan vena kaki yang semakin parah, kolestatik ikterus, pruritus

Dosis: 

Dosis harian rata-rata 5 mg. Lama terapi yang lazim 10 hari per siklus, dari hari ke 16-25 siklus. Namun, dosis dan lamanya terapi dapat disesuaikan tergantung indikasi dan respon pasien.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id