NATRIUM WARFARIN

Indikasi: 

profilaksis embolisasi pada penyakit jantung rematik dan fibrilasi atrium; profilaksis setelah pemasangan katup jantung prostetik; profilaksis dan pengobatan trombosis vena dan embolisme paru; serangan iskemik serebral yang transien.

Peringatan: 

gangguan hati dan ginjal, baru saja mengalami pembedahan, menyusui, hindari sari buah cranberi.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (warfarin).

Kontraindikasi: 

kehamilan, tukak peptik, hipertensi berat, endokarditis bakterial.

Efek Samping: 

perdarahan; hipersensitivitas, ruam kulit, alopesia, diare, hematokrit turun, nekrosis kulit, purple toes, sakit kuning, disfungsi hati; mual, muntah, pankreatitis.

Dosis: 

Pemberian warfarin harus diukur berdasarkan penetapan "quick onestage prothrombin time" atau thrombotest. Tingkat lazim untuk terapi antikougulan penunjang adalah 2 kali lebih besar atau lebih kecil dari "normal quick one-stage prothrombin time" atau 15-30% nilai normal pada "converted cougulation activity" atau kurang lebih 10% dari normal pada thrombotest.

Dosis yang lazim pada orang dewasa adalah 10 mg sehari selama 2 sampai 4 hari dengan penyesuaian setiap hari berdasarkan hasil penetapan waktu protombin, terapi lanjutan dengan dosis penunjang 2-10 mg sekali sehari.

Karena kepekaan terhadap obat sangat individualistik, maka dapat berubah, penetapan waktu prothombin harus secara berkala dilakukan terutama pada awal terapi agar kegiatan kougulasi pasien pada rentang terapi.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id