NATRIUM TIOPENTON (NATRIUM TIOPENTAL)

Indikasi: 

induksi anestesi umum; anestesi jangka waktu singkat.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas; penyakit kardiovaskuler; gangguan fungsi hati (lihat Lampiran 2); setelah direkonstitusi sediaan menjadi sangat basa-ekstravasasi dapat menyebabkan nekrosis jaringan dan nyeri berat; hindari injeksi intraarteri; kehamilan (lihat Lampiran 4).

Interaksi: 

Lampiran 1 (anestetik umum).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas; porfiria, myotonic dystrophy; menyusui (lihat Lampiran 5).

Efek Samping: 

aritmia, depresi miokard, spasme laring, batuk, bersin, reaksi hipersensitivitas, ruam, reaksi pada tempat penyuntikan; dosis berlebih dikaitkan dengan hipotermia dan cenderung menyebabkan gangguan fungsi serebral.

Dosis: 

injeksi intravena sebagai larutan 2,5%, pada pasien dewasa sehat dengan premedikasi, awalnya 100-150 mg (dikurangi pada pasien lansia atau sakit berat) selama 10-15 detik (lebih lama pada pasien lansia atau sakit berat) dilanjutkan dengan dosis tambahan bila perlu tergantung respons setelah 30-60 detik; atau hingga 4 mg/kg bb; anak: untuk induksi: 2-7 mg/kg bb.