MIKOFENOLAT MOFETIL

Indikasi: 

profilaksis penolakan organ akut pada pasien yang menerima transplantasi ginjal allogenik dan transplantasi jantung allogenik. Mikofenolat mofetil harus digunakan bersamaan dengan siklosporin dan kortikosteroid

Peringatan: 

hitung darah total setiap minggu selama 4 minggu kemudian dua kali sebulan selama 2 bulan kemudian setiap bulan pada tahun pertama (pengobatan dapat dihentikan sementara jika neutropenia berlanjut); lansia (risiko infeksi meningkat, perdarahan gastrointestinal dan udem paru); anak-anak (kejadian efek samping lebih tinggi dapat terjadi untuk reduksi sementara dosis atau interupsi); penyakit saluran cerna serius aktif (risiko perdarahan, ulserasi dan perforasi); fungsi ginjal cangkok yang tertunda; peningkatan risiko terhadap kanker kulit (hindari pemaparan terhadap cahaya matahari langsung)SUPRESI SUMSUM TULANG. Pasien harus diperingatkan untuk segera melaporkan setiap tanda atau gejala supresi sumsum tulang, misalnya infeksi dan lebam yang tidak terduga atau pendarahan.

Interaksi: 

Kadar asiklovir dan gansiklovir meningkat dengan pemberian mikofenolat mofetil; Pemberian dengan kolestiramin menurunkan AUC MPA (Mychophenolic acid); Pemberian dengan takrolimus dan probenesid meningkatkan AUC MPA; vaksin hidup tidak boleh diberikan pada pasien dengan kerusakan respon imun. Respon antibodi terhadap vaksin lain dapat berkurang

Kontraindikasi: 

hipersensitif, kehamilan; menyusui.

Efek Samping: 

diare, gangguan abdominal, gastritis, mual, muntah, konstipasi; batuk, sindroma seperti influenza; sakit kepala, infeksi (viral, bakteria dan jamur); peningkatan kreatinin darah; leukopenia, anemia, trombositopenia; refluks gastro-esofagal, pendarahan dan ulserasi saluran cerna, pankreatitis, uji fungsi hati, hepatitis, takikardia, perubahan tekanan darah, udem, dispnea, tremor, insomnia, pusing, hiperglisemia, peningkatan risiko keganasan, gangguan lemak darah dan elektrolit, nekrosis tubular ginjal, arthralgia, alopesia, jerawat

Dosis: 

Dosis standar untuk profilaksis penolakan akut pada transplantasi ginjal,Dosis awal harus diberikan secara oral dalam 72 jam setelah transplantasi. Walaupun dosis 1,5 g yang diberikan dua kali sehari (dosis harian 3 g) digunakan dalam uji klinik dan terbukti aman dan efektif, tidak ada manfaat efikasi yang bisa diterbitkan untuk pasien transplantasi ginjal. Pasien yang menerima 2 g mikofenolat mofetil per hari menunjukkan profil kemanan keseluruhan yang lebih baik dibandingkan dengan pasien yang menerima 3 g mikofenolat mofetil per hari.

Dosis standar untuk profilaksis penolakan akut pada transplantasi jantung

Dosis awal harus diberikan secara oral dalam 5 hari setelah transplantasi. Dosis 1,5 g yang diberikan dua kali sehari (dosis harian 3 g) direkomendasikan untuk digunakan pada pasien transplantasi jantung.

 

Pemberian secara oral

Dosis awal harus diberikan sesegera mungkin setelah transplantasi ginjal atau jantung.

Instruksi dosis khusus

Neutropeni,Jika neutropenia berkembang (jumlah neutrofil absolut < 1,3 x 103/mcL), pengobatan harus dihentikan atau dosis dikurangi.

Gangguan fungsi ginjal berat, pada pasien transplan ginjal dengan kerusakan ginjal kronik parah (kecepatan filtrasi glomerular < 25 mL/menit/1,73 m2), diluar periode post- transplan atau setelah pengobatan rejeksi akut atau refraktori, dosis lebih besar dari 1 g yang diberikan dua kali sehari harus dihindari. Tidak ada data tersedia untuk pasien transplan jantung dengan kerusakan ginjal kronik parah.

Lansia (65 tahun, dosis oral 1 g dua kali sehari yang direkomendasikan untuk pasien transplantasi ginjal dan 1,5 g dua kali sehari. untuk pasien transplantasi jantung.

 

 

Keterangan: 

Instruksi dosis khususNeutropeni,Jika neutropenia berkembang (jumlah neutrofil absolut < 1,3 x 103/mcL), pengobatan harus dihentikan atau dosis dikurangi. Gangguan fungsi ginjal berat, pada pasien transplan ginjal dengan kerusakan ginjal kronik parah (kecepatan filtrasi glomerular < 25 mL/menit/1,73 m2), diluar periode post-transplan atau setelah pengobatan rejeksi akut atau refraktori, dosis lebih besar dari 1 g yang diberikan dua kali sehari harus dihindari. Tidak ada data tersedia untuk pasien transplan jantung dengan kerusakan ginjal kronik parah.Lansia ( &#8805; 65 tahun, dosis oral 1 g dua kali sehari yang direkomendasikan untuk pasien transplantasi ginjal dan 1,5 g dua kali sehari. untuk pasien transplantasi jantung.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id