METOTREKSAT

Indikasi: 

psoriasis berat yang tidak terkendali dan tidak responsif terhadap terapi konvensional; Crohn's disease; keganasan, lihat 8.1.3; artritis reumatoid, lihat 10.1.3.

Peringatan: 

lihat pada 10.1.3-  juga fotosensitivitas lesi psoriasis diperparah oleh radiasi UV.
Metotreksat adalah antimetabolit yang toksik terhadap darah, paru, saluran cerna, dan lainnya untuk digunakan hanya oleh spesialis (lihat juga keterangan di atas, pada 10,1.3 dan keterangan pada produk); pemeriksaan yang diperlukan sebelum memulai pengobatan termasuk analisa hematologi lengkap, tes fungsi ginjal (dikontraindikasikan bila terdapat kerusakan signifikan) tes fungsi hati (dikontraindikasikan bila abnormal, lihat di bawah) dilanjutkan dengan monitoring yang terus menerus; juga dikontraindikasikan pada kehamilan (bila diberikan, pada wanita atau pria, hindarkan konsepsi untuk paling sedikit 6 bulan setelah dihentikan) dan menyusui (lihat obat Sitotoksik) sindrom imunodefisiensi; juga dapat mengurangi kesuburan pria atau wanita (efek rupanya reversibel); harus sangat hati-hati pada ulkus peptikum, kolitis ulseratif, diare dan stomatitis ulseratif (hentikan bila stomatitis timbul mungkin tanda pertama dari toksisitas saluran cerna); fotosensitivitas lesi psoriasis diperparah oleh radiasi UV (ulserasi kulit dilaporkan);
SEL DARAH. Supresi hematopoietik dapat timbul tiba-tiba (dengan dosis yang kelihatannya aman); menurunnya sel darah putih atau trombosit memerlukan penghentian metotreksat segera dan dilakukan terapi suportif.
TOKSISITAS HATI. Perhatian harus diarahkan kepada kemungkinan timbulnya toksisitas hati dengan menjalankan tes fungsi hati sebelum memulai metotreksat dan tiap 2-4 bulan selama terapi. Pengobatan tidak boleh dimulai bila terdapat kelainan tes fungsi hati atau biopsi hati pada permulaan atau harus dihentikan bila terdapat kelainan selama terapi. Kelainan ini dapat kembali normal dalam 2 minggu dan pengobatan boleh diteruskan bila dipandang perlu.
TOKSISITAS PARU. Mungkin merupakan masalah khusus pada artritis reumatoid (pasien harus menghubungi dokter segera bila dispnea atau batuk).
ASETOSAL dan AINS lain. Pemberian bersamaan dengan asetosal atau AINS lain dapat mengurangi eksresi metotreksat dan meningkatkan toksisitasnya. Bila asetosal atau AINS lain perlu diberikan bersamaan dosis metotreksat harus dimonitor secara hati-hati. Pasien harus diberi petunjuk untuk menghindari mengobati diri sendiri dengan asetosal atau ibuprofen.

Interaksi: 

lihat di bawah dan lampiran 1 (metotreksat).

Efek Samping: 

lihat pada 10.1.3.

Dosis: 

oral, 10-25 mg sekali tiap minggu, diatur sesuai dengan respons; LANSIA: pertimbangkan pengurangan dosis (ekstra hati-hati); ANAK tidak dianjurkan.
PENTING. Perhatikan bahwa dosis di atas adalah dosis mingguan.