METILDOPA

Indikasi: 

hipertensi, bersama dengan diuretika; krisis hipertensi jika tidak diperlukan efek segera.

Peringatan: 

riwayat gangguan hati; gangguan ginjal; hasil positif uji Coomb langsung yang dapat terjadi pada hingga 20% pasien (bisa mempengaruhi blood cross-matching); mempengaruhi hasil uji laboratorium, menurunkan dosis awal pada gagal ginjal; disarankan untuk melakukan hitung darah dan uji fungsi hati; riwayat depresi.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (metildopa).

Mengemudi. Rasa mengantuk bisa mempengaruhi kinerja tugas-tugas yang memerlukan keahlian (misalnya mengemudi); efek alkohol dapat meningkat.

Kontraindikasi: 

depresi, penyakit hati aktif, feokromositoma; porfiria.

Efek Samping: 

gangguan saluran cerna, stomatis, mulut kering, sedasi, depresi, mengantuk, diare, retensi cairan, gangguan ejakulasi, kerusakan hati, anemia hemolitik, sindrom mirip lupus eritematosus, parkinsonismus, ruam kulit, hidung tersumbat.

Dosis: 

oral, 250 mg 2-3 kali/hari, secara bertahap dinaikkan dengan selang waktu 2 hari atau lebih; dosis maksimum sehari 3 g;

Pasien lanjut usia, dosis awal 125 mg dua kali/hari, dinaikkan secara bertahap; dosis maksimum sehari 2 g (lihat juga keterangan di atas).

Infus intravena, metildopa hidroklorida 250-500 mg, diulangi setelah enam jam jika diperlukan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id