LORATADIN + PSEUDOEFEDRIN SULFAT

Indikasi: 

Mengurangi gejala hidung tersumbat, bersin, rinorea, lakrimasi yang berkaitan dengan rinitis alergi dan flu. 

Peringatan: 

Glaukoma, ulkus peptik stenosing, obstruksi piloroduodenal, hipertropi prostat atau obstruksi leher kandung kemih, penyakit kardiovaskular, peningkatan tekanan intraokular, diabetes melitus, pasien yang menerima pengobatan digitalis, hipotensi, lansia, gangguan fungsi ginjal (GFR < 30 ml/min), gangguan fungsi hati berat, kehamilan, dan menyusui.

Interaksi: 

Ketokonazol, eritromisin, atau simetidin: peningkatan konsentrasi plasma loratadin. Penghambat MAO: dapat menimbulkan reaksi hipertensi. Metildopa, mekamilamin, reserpin, dan alkaloid veratrum: pseudoefedrin dan loratadin mengurangi efek sebagai antihipertensi. Digitalis: dapat meningkatkan aktivitas ektopik pacemaker. Antasida: meningkatkan absorpsi pseudoefedrin. Kaolin: menurunkan absorpsi pseudoefedrin.

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas, pasien yang menerima pengobatan penghambat MAO atau baru berhenti pengobatan dalam 14 hari, glaukoma sudut sempit, retensi urin, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat, hipertiroid, dan anak di bawah 12 tahun.

Efek Samping: 

Umum: insomnia, mulut kering, sakit kepala, dan somnolen (kantuk). Jarang: cemas, pusing, lelah, mual, abdominal distress, anoreksia, haus, takikardi, faringitis, rinitis, jerawat, pruritus, ruam, urtikaria, artalgia, bingung, disfonia, hiperkinesia, hipoestesia, penurunan libido, parestesia, tremor, vertigo, kemerahan, hipotensi postural, keringat berlebihan, gangguan penglihatan, sakit telinga, tinitus, gangguan perasa, agitasi, apati, depresi, euporia, paroneiria, peningkatan nafsu makan, perubahan buang air besar, dispepsia, eruktasi, hemoroid, perubahan warna lidah, gangguan pada lidah (tongue disorder), mual, gangguan hati sementara, dehidrasi, peningkatan berat badan, hipertensi, palpitasi, migrain, bronkospasma, batuk, dispnea, epistaksis, hidung tersumbat, bersin, iritasi pada hidung, disuria, gangguan mikturisi, nokturia, poliuria,retensi urin, astenia, sakit pada punggung, kram tungkai bawah, malaise, rigor, alopesia, anafilaksis, angioedema, dan kejang.

Dosis: 

Oral: Dewasa dan anak > 12 tahun, 1 tablet  2 kali sehari.