LINAGLIPTIN+METFORMIN

Indikasi: 

sebagai tambahan pada diet dan latihan untuk memperbaiki kontrol glikemi pada pasien dewasa diabetes mellitus tipe 2 yang tidak cukup terkontrol dengan metformin atau linagliptin saja, atau pasien yang telah diobati dengan kombinasi dari masing-masing sediaan tunggal linagliptin dan metformin.

Peringatan: 

anak usia dibawah 18 tahun, asidosis laktat, fungsi ginjal dimonitor terutama pada lansia karena penurunan fungsi ginjal, penggunaan bersamaan dengan media kontras teriodinasi dapat meningkatkan risiko gagal ginjal, penghentian penggunaan obat  selama dua hari sebelum dan setelah menjalani operasi dengan anestesi umum, spinal atau epidural, pankreatitis, kehamilan, menyusui, kejadianhipoglikemi tidak berbeda dengan kelompok plasebo namun dapat terjadi pada kondisi penurunan asupan makanan.

Interaksi: 

rifampisin menurunkan kadar linagliptin, kationik (seperti: simetidin) yang dieliminasi oleh sekresi tubular ginjal berpotensi memiliki interaksi dengan metformin, media kontras teriodinasi, peningkatan risiko asidosis laktat pada pengguna alkohol.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, diabetes tipe 1, ketoasidosis diabetik, pra-koma diabetik, gagal ginjal atau disfungsi ginjal sedang hingga berat (kreatinin klirens <60 mL / menit),  kondisi akut berpotensi mempengaruhi fungsi  ginjal (seperti dehidrasi, infeksi berat, syok, pemberian secara intravaskular media kontras teriodinasi), penyakit akut atau kronis yang dapat menyebabkan hipoksia jaringan (seperti: gagal jantung atau gagal napas, infark miokard, syok), insufisiensi hati, intoksikasi alkohol akut, pecandu alkohol.

Efek Samping: 

tidak umum: nasofaringitis, hipersensitivitas,  batuk, penurunan nafsu makan, diare, mual, muntah, pruritus; tidak diketahui: pankreatitis.

Dosis: 

2,5/500 mg, 2,5/ 850 mg atau 2,5/1000 mg dua kali sehari, dosis harian maksimum adalah 5/2000 mg (5 mg linagliptin dan 2000 mg metformin).