LEVOSETIRIZIN DIHIDROKLORIDA

Indikasi: 

gejala alergi yang berkaitan dengan rhinitis alergi seasonal (termasuk gejala okular), rhinitis alergi menahun, urtikaria idiopati kronis.

Peringatan: 

hati-hati penggunaan pada anak usia di bawah 6 tahun, pengguna alkohol, pasien dengan masalah intoleransi galaktosa herediter, defisiensi laktase atau malabsorbsi glukosa-galaktosa.

Interaksi: 

teofilin 400 mg/hari menurunkan 16 % klirens setirizin, pada pasien sensitif penggunaan bersama alkohol atau penekan SSP memberikan efek pada SSP, hal ini tidak ditunjukkan oleh rasematnya, absorbsi menjadi lambat tetapi tidak menurun dengan adanya makanan.

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap levosetirizin atau komponen penyusunnya atau derivat piperasinPenderita gangguan ginjal berat dengan klirens kreatinin kurang dari 10 mL/menit, kehamilan (lihat Lampiran 4) dan menyusui (lihat Lampiran 5).

Efek Samping: 

sakit kepala, mengantuk, mulut kering, kelelahan, astenia.

Dosis: 

Dewasa dan Anak di atas 6 tahun: 5 mg/hari, untuk anak di bawah 6 tahun dimungkinkan penyesuaian dosis.

Lansia: penyesuaian dosis dimungkinkan pada lansia dengan gangguan ginjal sedang sampai berat. Penyesuaian dosis dimungkinkan pada gangguan ginjal dan hati. Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada penderita gangguan hati saja. Pada penderita gangguan ginjal dosis bersifat individu. Lama penggunaan pada hay fever: 3-6 minggu, pada kasus terpapar serbuk bunga: 1 minggu, lama penggunaan secara klinis 4 minggu, untuk rinitis alergi kronis dan urtikaria pengalaman klinis penggunaan selama 1 tahun, 18 bulan untuk pasien dengan pruritus yang berkaitan dengan dermatitis atopik.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id