LEVONORGESTREL

Indikasi: 

kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan sebelum 72 jam setelah intercourse. Sebagai kontrasepsi darurat, diindikasikan untuk sexual intercourse yang tidak terlindungi termasuk: bila tidak menggunakan kontrasepsi, bila metode kontrasepsi gagal, dalam kasus pemerkosaan.

Peringatan: 

digunakan dengan ekstra hati-hati pada kasus asma, gagal jantung, hipertensi, migrain, epilepsi, gangguan ginjal, diabetes mellitus, hiperlipidemia, depresi, thrombophlebitis, penyakit tromboembolik atau stroke, merokok dan gangguan fungsi hati. Pemeriksaan medis segera diperlukan apabila efek samping terjadi selama obat digunakan. Nyeri dada yang tajam, batuk berdarah atau nafas pendek dengan tiba-tiba, nyeri pada betis, kehilangan penglihatan seluruhnya dengan tiba-tiba, breast lump, nyeri perut berat, atau kuning pada kulit atau bola mata. Tidak untuk pemakaian rutin.

Interaksi: 

pemberian bersamaan dengan ampisilin, rifampisin, kloramfenikol, neomisin, sulfonamida, tetrasiklin, barbiturat dan fenilbutazon, fenitoin, griseofulvin, karbamazepin dan pirimidon dapat menurunkan efek kontrasepsi.

Kontraindikasi: 

selain pada kehamilan, tidak ada kontraindikasi medis absolut untuk penggunaan levonorgestrel. Dalam kasus pendarahan vagina tanpa diketahui sebabnya, penyakit hepar dan empedu, mempunyai riwayat gestational jaundice, kanker payudara, kanker ovarium atau kanker uterus, thrombophlebitis atau kelainan thromboembolik, penyakit serebro vaskular atau arteri koroner, neoplasma, pendarahan genital abnormal yang tidak didiagnosa, diketahui atau diperkirakan hamil, levonorgestrel diberikan setelah pertimbangan yang hati-hati terhadap rasio kemanfaatan/risiko.

Efek Samping: 

mual; muntah; pendarahan uterus yang tidak teratur; breast tenderness, sakit kepala; pusing dan fatigue.

Dosis: 

dua tablet levonorgestrel (1,5 mg) sekaligus secepat mungkin, sebaiknya dalam 12 jam namun tidak boleh lebih dari 72 jam setelah intercourse. Levonorgestrel dapat diberikan selama siklus menstruasi. Jika terjadi muntah dalam 3 jam setelah pemberian, dosis diulang kembali.