LANSOPRAZOL

Indikasi: 

tukak duodenum dan tukak lambung ringan, refluks esofagitis.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (penghambat pompa proton)

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; juga dilaporkan alopesia, paraestesia, bruising, purpura, petechiae, lelah, vertigo, halusinasi, bingung; jarang terjadi: ginekomastia, impotensi.

Dosis: 

tukak lambung, 30 mg sehari pada pagi hari selama 8 minggu. Tukak duodenum, 30 mg sehari pada pagi hari selama 4 minggu; pemeliharaan 15 mg sehari. Tukak lambung atau tukak duodenum karena AINS, 15-30 mg sekali sehari selama 4 minggu, dilanjutkan lagi selama 4 minggu jika tidak sepenuhnya sembuh; profilaksis, 15-30 mg sekali sehari.

Tukak duodenum atau gastritis karena H. pylori menggunakan regimen eradikasi (lihat 1.1).

Sindroma Zollinger-Ellison (dan kondisi hipersekresi lainnya), dosis awal 60 mg sekali sehari, selanjutnya disesuaikan dengan respons; dosis harian sebesar 120 mg atau lebih dibagi menjadi 2 dosis.

Refluks gastroesofagal, 30 mg sehari pada pagi hari selama 4 minggu, diikuti 4 minggu berikutnya bila tidak sepenuhnya sembuh; pemeliharaan 15-30 mg sehari.

Dispepsia karena asam lambung, 15-30 mg sehari pada pagi hari selama 2-4 minggu. Anak. Belum ada data yang cukup mengenai penggunaan lansoprazol pada anak.