KLOZAPIN

Indikasi: 

skizofrenia (termasuk psikosis pada penyakit Parkinson) pada pasien yang tidak respon atau intoleran dengan obat antipsikotik konvensional.

Peringatan: 

lihat catatan di atas; monitor jumlah leukosit dan hitung jenis (lihat agranulositosis, di bawah); hentikan bertahap neuroleptik konvensional sebelum memulai terapi; kelainan hati; kelainan ginjal; hipertrofi prostat, glaukoma sudut tertutup.
PENGHENTIAN. Penghentian yang direncanakan kurangi dosis dalam 1-2 minggu untuk menghindari risiko psikosis rebound. Jika penghentian tiba-tiba dibutuhkan, observasi pasien dengan seksama.
AGRANULOSITOSIS. Dilaporkan neutropenia dan agranulositosis berpotensi fatal. Jumlah leukosit dan hitung jenis harus normal sebelum memulai terapi, monitor leukosit dan hitung jenis selama 18 minggu setelah itu minimal tiap 2 minggu, dan jika klozapin tetap diberikan dan hasil hitung darah stabil selama 1 tahun maka pemeriksaan minimal tiap 4 minggu (dan 4 minggu setelah dihentikan); jika jumlah leukosit <3000/mm3 atau jika hitung neutrofil absolute <1500/ mm3 hentikan sementara dan rujuk ke hematolog. Hindari pemberian obat-obatan yang menekan leukopoesis; pasien harus segera melaporkan gejala infeksi, terutama penyakit mirip influenza.
MIOKARDITIS DAN KARDIOMIOPATI
Dilaporkan miokarditis fatal (sering pada 2 bulan pertama) dan kardiomiopati. Disarankan:

  • Pemeriksaan fisik dan riwayat medis sebelum mulai menggunakan klozapin.
  • Jika dari pemeriksaan oleh spesialis ditemukan adanya abnormalitas jantung atau riwayat penyakit jantung-pemberian klozapin hanya bila tidak ada penyakit jantung berat dan bila manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya.
  • Takikardi menetap terutama 2 bulan pertama membutuhkan observasi seksama untuk miokarditis atau kardiomiopati lainnya.
  • Jika dicurigai ada miokarditis atau kardiomiopati, pemberian klozapin harus dihentikan dan pasien segera dievaluasi oleh dokter ahli jantung.
  • Penghentian menetap bila terjadi miokarditis atau kardiomiopati yang diinduksi oleh pemberian klozapin.

OBSTRUKSI GASTROINTESTINAL. Dilaporkan reaksi yang menggambarkan obstruksi gastrointestinal. Hati-hati bila memberikan klozapin bersamaan dengan obat-obatan yang menyebabkan konstipasi (contoh: obat antimuskarinik) atau riwayat penyakit kolon atau operasi usus besar. Monitor untuk konstipasi dan berikan laksan bila perlu.

Kontraindikasi: 

kelainan jantung berat (contoh: miokarditis; lihat Miokarditis dan Kardiomiopati, di atas); penyakit hati aktif, kerusakan ginjal berat,; riwayat neutropenia atau agranulositosis; kelainan sumsum tulang; ileus paralitik (lihat obstruksi gastrointestinal, di atas); psikosis alkoholik dan psikosis toksik; riwayat kolaps sirkulasi; keracunan obat; koma atau depresi SSP berat; epilepsi tidak terkontrol; kehamilan dan menyusui.

Efek Samping: 

lihat catatan di atas; konstipasi (lihat obstruksi gastrointestinal, di atas), hipersalivasi, mual, muntah; takikardia, perubahan pada EKG, hipertensi; mengantuk, pandangan kabur, sakit kepala, tremor, rigiditas, gejala ekstrapiramidal, kejang, fatigue, gangguan pengaturan suhu, demam; hepatitis, jaundice kolestatik, pankreatitis; inkontinensia urin dan retensi urin; agranulositosis (penting: lihat Agranulositosis, di atas), leukopenia, eosinofilia, leukositosis; jarang: disfagia, kopars sirkulasi, aritmia, miokarditis (penting: lihat Miokarditis dan Kardiomiopati, di atas), perikarditis, tromboemboli, bingung, delirium, gelisah, agitasi, diabetes melitus; juga dilaporkan, obstruksi usus halus, ileus paralitik (lihat obstruksi gastrointestinal, di atas), pembesaran kelenjar parotis, nekrosis heptatis fulminan, trombositopenia, trombositemia hipertrigliseridemia, hiperkolesterolemia, kardiomiopati, henti jantung, henti nafas, nefritis interstisial, priapismus, reaksi kulit.

Dosis: 

skizofrenia, DEWASA > 16 tahun (pengawasan medis ketat saat inisiasi/awal-risiko kolaps sehubungan dengan hipotensi) 12,5 mg 1 atau 2 kali pada hari pertama lalu 25-50 mg pada hari ke 2 dan dinaikkan bertahap (jika ditoleransi dengan baik) pada 25-50 mg sehari selama 14-21 hari hingga 300 mg sehari dengan dosis terbagi (dosis malam lebih besar, hingga 200 mg sehari dapat dikonsumsi sebagai dosis tunggal menjelang tidur); jika perlu dapat ditingkatkan hingga 50-100 mg sekali (dianjurkan)-dua kali seminggu; dosis lazim 200-450 mg sehari (maksimal 900 mg sehari). CATATAN: memulai setelah interval lebih dari 2 hari, 12,5 mg 1-2 kali sehari pada hari pertama (namun dosis dapat ditingkatkan lebih cepat daripada saat inisasi)- perhatian ekstrim jika sebelumnya terjadi henti nafas atau henti jantung dengan pemberian dosis awal. GERIATRI DAN KELOMPOK RISIKO KHUSUS. Pada geriatri, 12,5 mg sekali pada hari pertama- penyesuaian berikutnya terbatas hingga 25 mg sehari.Psikosis pada penyakit Parkinson, dewasa >16 tahun, 12,5 mg sebelum tidur malam ditingkatkan menjadi 12,5 mg hingga 2 kali seminggu hingga 50 mg sebelum tidur malam; rentang dosis lazim 25-37,5 mg sebelum tidur malam; pengecualian, dosis mungkin ditingkatkan hingga 12,5 mg tiap minggu sampai maksimal 100 mg sehari dalam 1-2 dosis terbagi.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id