KLORPROMAZIN HIDROKLORIDA

Indikasi: 

lihat pada dosis; antiemetik, penggunaan prabedah.

Peringatan: 

penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, penyakit pernapasan, parkinsonisme, epilepsi, infeksi akut, hamil, menyusui, gangguan ginjal dan hati, riwayat sakit kuning, leukopenia, hipotiroidisme, miastenia gravis, hipertrofi prostat, glaukoma sudut sempit, hati-hati pada lansia, hindari pemutusan obat tiba-tiba, setelah injeksi intra muskular pasien sebaiknya tetap tiduran selama 30 menit. (Catatan: obat ini dapat menyebabkan sensitisasi kontak. Hindari kontak langsung).

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (antipsikotik).

Kontraindikasi: 

koma karena depresan SSP, depresi sumsum tulang, hindari pada feokromositoma, gangguan hati dan ginjal berat.

Efek Samping: 

gejala ekstra piramidal, tardive dyskinesia, hipotermia (kadang-kadang panas), mengantuk, apatis, pucat, mimpi buruk, insomnia, depresi, agitasi, perubahan pola EEG, kejang, gejala anti muskarinik yang terdiri atas: mulut kering, hidung tersumbat, konstipasi, kesulitan buang air kecil, dan pandangan kabur; gejala kardiovaskular meliputi: hipotensi, takikardi dan aritmia. Terjadi perubahan EKG, pengaruh endokrin seperti: gangguan menstruasi, galaktore, ginekomastia, impotensia, dan perubahan berat badan. Terjadi reaksi sensitivitas seperti: agranulositosis, leukopenia, leukositosis dan anemia hemolitik, fotosensitisasi, sensitisasi kontak dan ruam, sakit kuning dan perubahan fungsi hati, sindrom neuroleptik maligna; sindrom menyerupai lupus eritematosus juga dilaporkan. Perubahan pada lensa dan kornea, pigmentasi kulit, kornea, konjungtiva dan retina. Pigmentasi keunguan pada kulit, kornea, konjungtiva dan retina. Injeksi intramuskular mungkin nyeri, menyebabkan hipotensi dan takikardi.

Dosis: 

oral: skizofrenia dan psikosis lain, mania, tetapi tambahan jangka pendek pada ansietas berat, agitasi psikomotor, eksitasi dan perilaku kekerasan dan impulsif yang berbahaya, dosis awal 25 mg 3 kali sehari atau 75 mg malam hari yang disesuaikan dengan responsnya. Dosis penunjang biasanya 75-300 mg/hari (akan tetapi sampai dosis 1 g/hari mungkin diperlukan pada kasus psikosis). LANSIA atau debil sepertiga sampai setengah dosis dewasa. ANAK (skizoprenia dan autisme) 15 tahun 500 mcg/kg bb setiap 4-6 jam (maksimal 40 mg/hari; 6-12 tahun sepertiga sampai setengah dosis dewasa (maksimal 75 mg/hari). Cegukan yang sulit diobati: 25-50 mg 3-4 kali sehariInjeksi intramuskular yang dalam (untuk pengobatan gejala akut) 25-50 mg setiap 6-8 jam. ANAK: 15 tahun 500 mcg/kg bb tiap 6-8 jam (maksimal 40 mg sehari; 6-12 tahun 500 mcg/kg bb tiap 6-8 jam (maksimal 75 mg/hari).Rektal sebagai supositoria: 100 mg tiap 6-8 jam.