KLOPIDOGREL

Indikasi: 

menurunkan kejadian aterosklerotik (infark miokardia, stroke, dan kematian vaskuler) pada pasien dengan riwayat aterosklerosis yang ditandai dengan serangan stroke yang baru terjadi, infark miokardia yang baru terjadi atau penyakit arteri perifer yang menetap.

Peringatan: 

hati-hati digunakan pada pasien dengan risiko terjadinya pendarahan seperti pada keadaan trauma, pembedahan atau keadaan patologi lainnya; Penggunaan bersamaan dengan obat yang meningkatkan risiko pendarahan. Pada pasien yang akan menjalani pembedahan dan tidak diperlukan efek anti platelet, klopidogrel harus dihentikan 7 hari sebelumnya. Hati-hati digunakan pada pasien dengan kegagalan fungsi hati karena pengalaman penggunan masih terbatas; gangguan fungsi ginjal (lampiran 3); kehamilan (lampiran 4).

Interaksi: 

lampiran 1 (Klopidogrel).

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, perdarahan aktif seperti ulkus peptikum atau perdarahan intrakranial, menyusui (lampiran 5).

Efek Samping: 

Dispepsia, nyeri perut, diare; perdarahan (termasuk perdarahan saluran cerna dan intrakranial); lebih jarang mual, muntah, gastritis, perut kembung, konstipasi, tukak lambung dan usus besar, sakit kepala, pusing, paraestesia, leukopenia, platelet menurun (sangat jarang trombositopenia berat), eosinofilia, ruam kulit, dan gatal; jarang vertigo; sangat jarang kolitis, pankreatitis, hepatitis, vaskulitis, kebingungan, halusinasi, gangguan rasa, gangguan darah (termasuk trombositopenia purpura, agranulositosis, dan pansitopenia), dan reaksi seperti hipersensitivitas (termasuk demam, glomerulonefritis, nyeri sendi, sindrom Steven Johnson, linchen planus.

Dosis: 

75 mg sekali sehari dengan atau tanpa makanan. Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada pasien lanjut usia atau dengan kelainan fungsi ginjal.