KLARITROMISIN

Indikasi: 

infeksi saluran napas bagian atas (seperti: faringitis/tonsillitis yang disebabkan Staphylococcus pyogenes dan sinusitis maxillary akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae), infeksi ringan dan sedang pada kulit dan jaringan lunak, otitis media; terapi tambahan untuk eradikasi Helicobacter pylori pada tukak duodenum (lihat bagian 1.3).

Peringatan: 

lihat pada eritromisin; gangguan fungsi ginjal (Lampiran 3); kehamilan (Lampiran 4); wanita menyusui (Lampiran 5).

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (makrolida); Aritmia: hindarkan pengunaan bersama pimozide, terfenadin.

Efek Samping: 

lihat juga eritromisin; dispepsia, sakit kepala, gangguan indra perasa dan penciuman, hilangnya warna gigi dan lidah, stomatitis, glossitis, dan sakit kepala; lebih jarang: hepatitis, arthralgia, dan myalgia; jarang: tinnitus; sangat jarang: pankreatitis, pusing, insomnia, mimpi buruk, ansietas, bingung, psikosis, paraesthesia, konvulsi, hipoglikemia, gagal ginjal, leucopenia, dan trombositopenia; pada pemberian infus intravena: kelunakan local, flebitis.

Dosis: 

oral: 250 mg tiap 12 jam selama 7 hari, pada infeksi berat dapat ditingkatkan sampai 500 mg tiap 12 jam selama 14 hari. ANAK dengan berat badan kurang dari 8 kg, 7,5 mg/kg bb dua kali sehari; 8-11 kg (1-2 tahun), 62,5 mg dua kali sehari; 12-19 kg (3-6 tahun), 125 mg dua kali sehari; 20-29 kg (7-9 tahun), 187,5 mg dua kali sehari; 30-40 kg (10-12 tahun), 250 mg dua kali sehari.Infus intravena: 500 mg dua kali sehari pada vena besar; tidak dianjurkan untuk anak-anak.

List Nama Dagang