KETOKONAZOL

Indikasi: 

mukosa sistemik, kandidiasis mukokutan resisten yang kronis, mukosa saluran cerna resisten serius, kandidiasis vaginal resisten yang kronis, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan (tidak pada kuku kaki); profilaksis mikosa pada pasien imunosupresan; kandidiasis mukokutan kronis yang tidak responsif terhadap nistatin dan obat-obat lain; infeksi mikosis sistemik (kandidiasis, paraksidioidomikasis, cocci dioidomycosis, hiptoplasmosis).

Peringatan: 

lakukan uji fungsi hati secara klinis dan secara biokimia untuk pengobatan yang berlangsung lebih dari 14 hari lakukan uji fungsi hati sebelum memulainya, 14 hari setelah mulai, kemudian selang sebulan sekali. Hindari pada porfiria Aritmia. Hindari pemberian bersama dengan astemizol atau terfenadina. Juga hindari pemberian bersama cisaprid.

Interaksi: 

Lampiran 1 (antifungi, imidazol dan triazol).

Kontraindikasi: 

gangguan hati; kehamilan (teratogenesitas pada hewan, pada kemasan cantumkan peringatan kehamilan) dan menyusui; pemberian bersamaan dengan terfenadin atau astemizol.

Efek Samping: 

mual, muntah, nyeri perut; sakit kepala; ruam, urtikaria, pruritus; jarang trombositopenia, parestesia, fotofobia, pusing, alopesia, ginaekomastia dan oligospermia; kerusakan hati fatal Peringatan: risiko terbentuknya hepatitis lebih besar jika diberikan lebih dari 14 hari.

Dosis: 

DEWASA 200 mg/hari bersama makanan, biasanya untuk 14 hari; jika setelah 14 hari respons tidak memadai, lanjutkan hingga setidaknya 1 minggu setelah gejala hilang dan kultur menjadi negatif; maksimum 400 mg/hari. ANAK, 3 mg/kg bb/hari dosis tunggal atau dalam dosis terbagi. Kandidiasis vaginal resisten yang kronis, 400 mg/hari bersama makanan selama 5 hari.