KASPOFUNGIN ASETAT

Indikasi: 

kandidiasis invasif (diantaranya kandidemia, pada pasien neutropenik dan non-neutropenik); kandidiasis esofageal; kandidiasis orofaringeal; aspergilosis invasif (pada pasien yang sukar disembuhkan atau intoleran terhadap terapi lain).

Peringatan: 

kehamilan; menyusui; pasien berusia di bawah 18 tahun.

Interaksi: 

kaspofungin asetat menurunkan kadar takrolimus dalam darah, maka pada pasien yang menerima kedua obat tersebut, perlu dilakukan monitoring kadar takrolimus dalam darah, dan dilakukan penyesuaian dosis takrolimus; siklosporin meningkatkan AUC kaspofungin asetat, diperkirakan hal ini terjadi karena penurunan pengambilan kaspofungin asetat oleh hati; terjadi peningkatan sementara ALT dan AST hati apabila kaspofungin asetat dan siklosporin diberikan bersamaan; pemberian kaspofungin asetat bersama dengan penginduksi klirens obat seperti efavirenz, nevirapin, rifampisin, deksametason, fenitoin, atau karbamazepin, sebaiknya dipertimbangkan penggunaan kaspofungin asetat 70 mg sehari; penggunaan bersama dengan siklosporin; peningkatan sementara alanine transaminase (ALT) dan aspartate transaminase (AST) ≤ 3 kali lipat dari Upper Limit of Normal (ULN) pada beberapa subjek sehat yang menerima 3 mg/kg bb, dosis siklosporin dengan kaspofungin asetat yang akan normal kembali dengan penghentian pemberian obat; terjadi peningkatan ± 35% pada Area Under the Curve (AUC) kaspofungin asetat ketika diberikan bersama dengan siklosporin, kadar siklosporin dalam darah tidak berubah.

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap kaspofungin asetat.

Efek Samping: 

demam, sakit kepala, nyeri perut, nyeri, kedinginan, mual, muntah, diare, peningkatan jumlah enzim hati (AST, ALT, alkalin fosfatase, direct bilirubin dan bilirubin total), peningkatan kreatinin serum, anemia (penurunan hemoglobin dan hematokrit), plebitis/tromboplebitis, komplikasi pada tempat pemberian infus, ruam kulit, pruritus, bengkak pada wajah, sensasi hangat, bronkospasme, anafilaktik, disfungsi hati, udem perifer, dan hiperkalsemia.

Dosis: 

Invasive candidiasis, infus intravena lambat (± 1 jam), dosis muatan (loading dose) tunggal 70 mg diberikan pada hari pertama, selanjutnya diikuti dengan dosis 50 mg sehari. Lama pengobatan harus disesuaikan dengan respons klinis dan mikrobiologi pasien. Umumnya, terapi anti jamur harus dilanjutkan paling tidak 14 hari setelah hasil pemeriksaan kultur terakhir yang positif.

Esophageal dan oropharyngeal candidiasis, infus intravena lambat (± 1 jam), 50 mg sehari.

Invasive Aspergillosis, infus intravena lambat (± 1 jam), dosis tunggal 70 mg diberikan pada hari pertama, selanjutnya diikuti dengan dosis 50 mg sehari. Lama pengobatan sebaiknya disesuaikan dengan keparahan dari penyakit lain yang menyertai, pemulihan dari kondisi imunosupresi dan respon klinis pasien. Pemberian bersama dengan penginduksi metabolik efavirenz, nevirapin, rifampin, deksametason, fenitoin, atau karbamazepin, harus dipertimbangkan penggunaan dosis kaspofungin asetat 70 mg sehari.

Pasien dengan gangguan fungsi hati ringan dan lansia, tidak memerlukan penyesuaian dosis. Esophageal dan/atau oropharyngeal candidiasis dengan gangguan fungsi hati sedang, direkomendasikan pemberian kaspo-fungin asetat 35 mg sehari.

Invasive candidiasis atau invasive aspergillosis dengan gangguan fungsi hati sedang, setelah dosis awal 70 mg, direkomendasikan pemberian kaspofungin asetat 35 mg sehari.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id