ITRAKONAZOL

Indikasi: 

kandidiasis orofarings dan vulvo vaginal; ptyriasis versicolor, infeksi dermatofita lainnya; onychomycosis; histo-plasmosis; terapi alternatif bila antijamur lain tidak cocok atau tidak efektif pada infeksi sistemik (aspergilosis, kriptokokosis, kandidiasis termasuk meningitis), terapi pemeliharaan pada pasien AIDS, profilaksis infeksi jamur pada neutropenia bila terapi standar tidak cocok.

Peringatan: 

hindari pemakaian pada riwayat gangguan fungsi hati. Pemeriksaan fungsi hati harus dilakukan bila pengobatan lebih dari 1 bulan atau bila timbul mual, anoreksia, muntah, lelah, sakit perut atau urin berwarna gelap (hentikan obat bila hasil tes abnormal); gangguan fungsi ginjal (bioavailabilitas dapat berkurang); absorpsi berkurang pada penderia AIDS dan neutreopenia (periksa kadar dalam darah dan bila perlu dosis dapat dinaikkan); hentikan obat bila terjadi neuropati perifer; kehamilan (lihat Lampiran 4) dan ibu menyusui.

Interaksi: 

Lampiran 1 (anti jamur, imidazol, triazol). Aritmia: hindarkan penggunaan bersamaan dengan astemizol, terfenadin dan cisaprid.

Efek Samping: 

mual, sakit perut, dispepsia, konstipasi, sakit kepala, pusing, kenaikan enzim hati, gangguan haid, reaksi alergi (pruritus, ruam, urtikaria, angioudem), hepatitis dan ikterus kolestatik (terutama bila pengobatan melebihi satu bulan); neuropati perifer (hentikan obat), pernah dilaporkan sindrom Stevens-Johnson; hipokalemia pada penggunaan jangka panjang, udem dan rambut rontok.

Dosis: 

kandidiasis orofarings, 100 mg/hari (200 mg pada pasien AIDS atau neutropenia) selama 15 hari.

Vulvovaginitis kandida, 200 mg 2 kali sehari selama 1 hari.

Ptyriasis versicolor, 200 mg/hari selama 7 hari.

Tinea korporis dan tinea kruris, 100 mg/hari selama 15 hari, atau 200 mg/hari selama 7 hari.

Tinea manus dan pedis, 100 mg/hari selama 30 hari.

Onikomikosis, 200 mg/hari selama 3 bulan, atau bertahap 200 mg 2 kali sehari selama 7 hari diulangi setelah interval 21 hari; dua tahap untuk kuku jari tangan, tiga tahap untuk kuku jari kaki.

Histoplasmosis, 200 mg, 1-2 kali sehari. Alternatif pada infeksi sistemik, 200 mg sekali sehari (kandidiasis 100-200 mg/hari), untuk infeksi invasif atau diseminata dan meningtis kriptokokus sampai 200 mg dua kali sehari. Terapi pemeliharaan pada pasien AIDS dan profilaksis pada neutropenia, 200 mg sekali sehari; dosis digandakan bila kadar dalam darah rendah.

ANAK dan LANSIA, tidak dianjurkan.