IPRATROPIUM BROMIDA

Indikasi: 

bronkospasme yang berkaitan dengan pada pasien yang diterapi dengan ipratropium dan salbutamol.

Peringatan: 

glaukoma sudut dekat, nyeri mata, midriasis, meningkatnya tekanan intraokular, infark miokardial, penyakit jantung iskemi, aritmia jantung, penyakit kardiovaskular atau jantung organik berat, hipotiroid, feokromositoma, hipertropi prostat atau obstruksi kandung kemih, hipokalemin, cystic fibrosis (ketidakteraturan motilitas saluran cerna), dispnea, anak. Pada dosis tinggi: nokrosis jantung, lesi jantung, trimester pertama kehamilan.

Interaksi: 

derivat xantin, stimulan adrenoseptor beta, antikolinergik, penghambat beta, beta adrenergik, penghambat MOA, antidepresan trisiklik, inhalasi hidrokarbon halogenasi.

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap ipratropium, turunan atropin, obstruksi hipertropi kardiomiopati, takiaritmia.

Efek Samping: 

lihat keterangan pada stimulan adrenoseptor beta-2.

Dosis: 

dewasa dan lansia: 1 dosis UDV 3-4 kali sehari. Penderita obstruksi paru kronis yang memiliki kebiasaan merokok, dianjurkan konseling dengan dokter untuk menentukan dosis dan kebiasaan merokok sebaiknya dihentikan jika tidak ada perbaikan pada obstruksi paru kronis.