HIDRALAZIN HIDROKLORIDA

Indikasi: 

hipertensi sedang hingga berat (sebagai terapi tambahan); gagal jantung (dengan nitrat kerja panjang, tapi kombinasi ini sering tidak dapat ditoleransi); krisis hipertensi (sebagai terapi alternatif pada kehamilan).

Peringatan: 

gangguan fungsi hati (lampiran 2); gangguan fungsi ginjal (lampiran 3); penyakit arteri koroner (dapat menyebabkan angina, hindari penggunaannya setelah infark miokard, tunggu hingga stabil), penyakit serebrovaskular; kadang, menyebabkan penurunan tekanan darah terlalu cepat walaupun pada dosis rendah; kehamilan (lampiran 4); menyusui (lampiran 5).

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (hidralazin)

Kontraindikasi: 

lupus eritematosus sistemik idiopatik, takikardia berat, gagal jantung curah tinggi, insufisiensi miokard akibat obstruksi mekanik, cor pulmonale, aneurism aorta, porfiria.

Efek Samping: 

takikardi, palpitasi, wajah memerah, hipotensi, retensi cairan, gangguan saluran cerna, sakit kepala, pusing, sindroma seperti lupus eritematosus sistemik setelah penggunaan jangka panjang dengan dosis lebih dari 100 mg per hari (atau dengan dosis yang lebih rendah pada wanita dan individu dengan asetilator lambat); jarang terjadi: kulit kemerahan, demam, neuritis perifer, polineuritis, parestesia, artralgia, mialgia, lakrimasi yang meningkat, kongesti nasal, dispnea, agitasi, ansietas, anoreksia; ada laporan gangguan darah (termasuk leukopenia, trombositopenia, anemia hemolitik), abnormalitas fungsi hati, jaundice, kreatinin plasma meningkat, proteinuria dan hematuria.

Dosis: 

Oral, hipertensi, 25 mg dua kali sehari, dapat ditingkatkan hingga maksimal 50 mg dua kali sehari; gagal jantung (dosis awal dilakukan di rumah sakit) 25 mg 3-4 kali sehari, jika diperlukan dosis dapat ditingkatkan setiap 2 hari; dosis penunjang lazim 50-75 mg empat kali sehari.

Injeksi intravena lambat, hipertensi dengan komplikasi ginjal dan krisis hipertensi, 5-10 mg diencerkan dengan 10 mL NaCl 0,9%; dapat diulangi setelah 20-30 menit (lihat peringatan).

Infus intravena, hipertensi dengan komplikasi ginjal dan krisis hipertensi, dosis awal 200-300 mcg/menit; dosis penunjang 50-150 mcg/menit.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id