GRISEOFULVIN

Indikasi: 

Infeksi jamur pada kulit, rambut, dan kuku bila terapi topikal gagal.

Peringatan: 

Tidak untuk profilaksis, kerusakan sel sperma, dianjurkan tidak merencanakan kehamilan selama terapi 6 bulan setelahnya, mengemudi dan mengoperasikan mesin.

Interaksi: 

Antikoagulan koumarin: menurunkan renspon antikoagulan kumarin. Obat penginduksi enzim hati (barbiturat): menurunkan efektivitas griseofulvin. Kontrasepsi oral: meningkatkan risiko pendarahan uterus, amenore, dan kegagalan kontrasepsi. Alkohol: meningkatkan efek alkohol.

Kontraindikasi: 

Porfiria, kegagalan hepatoselular atau lupus eritematosus, kehamilan.

Efek Samping: 

Reaksi urtikaria, ruam kulit, sakit kepala, tidak nyaman pada lambung, pusing, kelelahan, granulositopenia, leukopenia, fotosensitivitas pada pasien, SLE, eritema multiform, nekrolisis epidermal toksis, neuropati peripheral, kebingungan dengan gangguan koordinasi, kandidiasis oral, kolestasis, peningkatan enzim hati, hepatitis.

Dosis: 

Dewasa dan lansia, 500 mg satu kali sehari dosis tunggal atau terbagi. Anak-anak, dosis harian 10 mg/kg BB satu kali sehari dosis tunggal atau terbagi.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id