GARAM MORFIN

Indikasi: 

lihat keterangan di atas; udema paru-paru akut; analgesia perioperatif lihat 15.1.4.

Peringatan: 

hipotensi, hipotiroidisme, asma (hindari selama serangan), dan turunnya cadangan pernapasan, hipertrofi prostat; wanita hamil (lampiran 4) dan menyusui (lampiran 5); dapat memicu koma pada gangguan fungsi hati (kurangi dosis atau hindari, namun banyak pasien demikian dapat menerima morfin); kurangi dosis atau hindari pada gangguan fungsi ginjal (lihat juga Lampiran 3); penderita lansia dan sakit parah (kurangi dosis); gangguan konvulasi, ketergantungan (gejala putus obatnya berat); penggunaan antitusif yang mengandung analgesik opioid secara umum tidak dianjurkan pada anak dan sebaiknya dihindari seluruhnya pada mereka di bawah 1 tahun.
PERAWATAN PALIATIF. Pada pengendalian nyeri penyakit terminal; peringatan ini tidak boleh menjadi suatu penghalang bagi penggunaan analgesik opioid.

Interaksi: 

Lampiran 1 (analgesik opioid).

Kontraindikasi: 

hindari pada depresi napas akut, alkoholisme akut, dan bila terdapat risiko ileus paralitik; juga hindarkan pada peningkatan tekanan kranial atau cedera kepala (mempengaruhi respon pupil yang penting untuk penilaian neurologis); hindari injeksi pada feokromositoma (ada risiko tekanan darah naik sebagai respons terhadap pelepasan histamin).

Efek Samping: 

mual dan muntah (khususnya pada permulaan), konstipasi, dan rasa mengantuk; dosis lebih besar menyebabkan depresi napas, hipotensi, dan kekakuan otot; efek samping lain termasuk kesulitan kencing, spasme bilier atau ureter, mulut kering, berkeringat, sakit kepala, muka memerah, vertigo, bradikardia, takikardia, palpitasi, hipotensi postural, hipotermia, halusinasi, disforia, perubahan suasana hati (mood), kertergantungan, miosis, menurunnya libido atau potensi, ruam kulit, urtikaria, dan pruritus; overdosis: lihat Perawatan Darurat pada Keracunan; untuk memperbaiki depresi napas yang ditimbulkan oleh opioid; lihat 15.1.7.

Dosis: 

nyeri akut, melalui injeksi subkutan (tidak cocok untuk penderita udem) atau injeksi intramuskular, 10 mg setiap 4 jam bila perlu (15 mg untuk pasien bertubuh lebih kekar); ANAK: hingga 1 bulan 150 mcg/kg bb; 1-12 bulan 200 mcg/kg bb; 1-5 tahun 2,5-5 mg. 6-12 tahun 5-10 mg; melalui injeksi perlahan intravena, dosisnya seperempat hingga setengah dosis intramuskular. Pramedikasi, melalui injeksi subkutan atau intramuskular, sampai 10 mg pada 60-90 menit sebelum pembedahan; anak, melalui injeksi intramuskular, 150 mcg/kg bb.
Nyeri pasca bedah, melalui injeksi subkutan atau intramuskular, 10 mg setiap 2-4 jam jika diperlukan (15 mg pada pasien kekar); anak hingga 1 bulan 150 mcg/kg bb, 1-12 bulan 200 mcg/kg bb; 1-5 tahun 2,5-5 mg; 6-12 tahun 5-10 mg.
Catatan: selama pasca bedah, pasien sebaiknya dimonitor secara saksama pada penghilangan rasa nyerinya juga efek samping yang mungkin timbul, terutama penekanan pernapasan.
Pasien analgesia terkendali, rujuk ke protokol rumah sakit.
Infark miokard; dengan injeksi perlahan intravena (2 mg/menit); 10 mg diikuti dengan 5-10 mg bila perlu; PASIEN LANSIA atau pasien yang lemah, kurangi dosis hingga setengahnya.Udem paru akut, melalui injeksi perlahan intravena (2 mg/menit) 5-10 mg.
Nyeri kronis, per oral atau injeksi subkutan (tidak cocok untuk penderita udem) atau dengan injeksi intramuskuler, 5-20 mg secara teratur tiap 4 jam; dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan; dosis oral harus sekitar dua kali dosis intramuskular dan tiga kali dari dosis diamorfin intramuskular; per anal, sebagai supositoria, 15-30 mg secara teratur tiap 4 jam.
Catatan. Dosis yang dinyatakan di atas adalah untuk morfin hidroklorida, sulfat, dan tartrat; lihat di bawah untuk dosis sediaan lepas lambat.
Nyeri berat yang tidak dapat dikendalikan dengan opioid yang lebih lemah; 30 mg tiap 12 jam; ditingkatkan hingga 60 mg tiap 12 jam bila diperlukan; kemudian peningkatan lebih lanjut 30-50% bila perlu. Tentang dosis awal yang lebih rendah untuk pasien yang belum menerima opioid lain. ANAK: nyeri yang bandel (intractable) pada kanker; mula-mula 200-800 mcg/kg bb tiap 12 jam; lalu penambahan lebih lanjut 30-50% bila perlu.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id