GADOBUTROL

Indikasi: 

media kontras pada pencitraan resonansi magnetic (Magnetic Resonance Imaging, MRI) kranial dan spinal; MRI hati atau ginjal untuk mengidentifikasi sel ganas atau sel jinak pada pasien yang diduga atau terbukti mempunyai lesi fokal; media kontras (Contrast enhancement) pada Magnetic Resonance Angiography (CE-MRA). Digunakan pada pasien di atas usia 7 tahun.

Peringatan: 

dilaporkan reaksi anafilaktik, obat dan alat yang diperlukan untuk mengatasi reaksi tersebut (ventilator oksigen, selang endotrakeal) harus berada dekat dengan proses pemeriksaan; Dapat menyebabkan torsade de pointes, hati-hati pada pasien dengan riwayat atau riwayat keluarga sindroma perpanjangan QT kongenital; aritmia atau mengkonsumsi obat penyebab perpanjangan repolarisasi jantung (mis. Antiaritmia klas III, seperti amiodaron, sotalol); Hanya digunakan pada wanita hamil jika jelas diperlukan; Hentikan menyusui sampai dengan 24 jam setelah penggunaan gadobutrol.

Kontraindikasi: 

hipokalemia yang tidak dapat pulih; penyakit jantung berat.

Efek Samping: 

tidak umum: sakit kepala, pusing, disgesia, parestesia, vasodilatasi, mual, nyeri atau reaksi lain pada lokasi penyuntikan. Jarang: reaksi anafilaktik, parosmia, hipotensi, dispnea, muntah, urtikaria, ruam.

Dosis: 

Dewasa: Dosis bergantung pada indikasi, namun dosis lazim injeksi bolus intravena: 0,1 mmol per kg bb (ekuivalen dengan 1 ml per kg bb). Maksimal, 0,3 ml per kg bb.

  • MRI kranial dan spinal: Dosis lazim 0,1 mmol gadobutrol/kg bb. Namun jika diperlukan pencitraan yang lebih akurat dimana angka, ukuran atau pelebaran lesi mungkin mempengaruhi penatalaksanaan terapi, pemberian injeksi lanjutan 0,1 – 0,2 mmol/ kg bb pada durasi 30 menit setelah injeksi pertama dapat meningkatkan ketajaman hasil pemeriksaan; Untuk mengeluarkan dugaan adanya metastasis atau tumor kambuhan, pemberian injeksi 0,3 mmol/ kg bb dapat memberikan ketajaman hasil pemeriksaan yang lebih baik; Untuk studi perfusi otak, 0,3 mmol/kg bb dengan kecepatan 3-5 ml/detik, disarankan menggunakan alat injektor. Disarankan menerapkan T2* sequences jika digunakan dalam kombinasi untuk deteksi lesi massa dan untuk deteksi iskemia lokal tanpa dugaan adanya lesi massa.
  • CE-MRA: Pencitraan satu area: 7,5 ml untuk berat badan kurang dari 75 kg, dan 10 ml untuk berat badan 75 kg atau lebih (0,1-0,15 mmol/kg bb); Pencitraan pada lebih dari satu area: 15 ml untuk berat badan kurang dari 75 kg, dan 20 ml untuk berat badan 75 kg atau lebih (0,2-0,3 mmol/kg bb).

Anak di atas 7 tahun: 0,1 mmol/ kg bb (ekuivalen dengan 0,1 ml per kg bb) untuk semua indikasi. Tidak dianjurkan untuk pasien anak di bawah usia 7 tahun. Penggunaan secara intravaskular sedapat mungkin dilakukan pada pasien dalam keadaan berbaring. Setelah diberikan, pasien tetap dimonitor selama setidaknya 30 menit. Pasien sebaiknya puasa dan makanan dikeluarkan dari tubuhnya, 2 jam sebelum pelaksanaan MRI/MRA.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id