FOSFOMISIN

Indikasi: 

Infeksi akut saluran kemih bagian bawah yang tidak terkomplikasi, profilaksis infeksi saluran kemih pada prosedur transurethral.

Peringatan: 

Anak dibawah 12 tahun, tidak boleh digunakan lebih dari dosis tunggal untuk pengobatan sistitis akut, kehamilan dan menyusui.

Interaksi: 

Metoklopramid: penurunan kadar metoklopramid.

Kontraindikasi: 

Gagal fungsi ginjal (klirens kreatinin <80 mL/menit), hipersensitivitas.

Efek Samping: 

Sangat umum : diare, sakit kepala. Umum: vaginitis, mual, rinitis, nyeri pungung, dismenorea, faringitis, pusing, nyeri abdomen, dispepsia, astenia, ruam. Jarang: gangguan abdominal stools, anoreksia, konstipasi, mulut kering, disuria, gangguan telinga, demam, flatulens, flu, hematuria, infeksi, insomnia, limfadenopati, gangguan menstruasi, migren, mialgia, ketegangan, parestesia, pruritus, peningkatan SGPT, gangguan kulit, somnolen, dan muntah.

Dosis: 

Oral: infeksi akut saluran kemih bagian bawah yang tidak terkomplikasi. Wanita ≥ 18 tahun, 3 g sebagai dosis tunggal. Profilaksis infeksi saluran kemih prosedur transurethral. dua kali dosis, dosis pertama diberikan 3 jam sebelum prosedur dan dosis kedua 24 jam setelah dosis pertama.

Fosfomisin diberikan pada saat perut kosong (2-3 jam setelah makan), sebelum tidur, setelah kandung kemih kosong. Obat harus dilarutkan ke dalam segelas air (50-750 mL) diberikan segera setelah dilarutkan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id