FORMOTEROL FUMARAT DIHIDRAT + BUDESONID

Indikasi: 

terapi asma terutama jika tidak sepenuhnya teratasi oleh inhalasi kortikosteroid dan masih membutuhkan stimulan adrenoseptor beta-2 atau yang cukup terkontrol oleh kortikosteroid dan stimulan adrenoseptor beta-2; Obstruksi paru kronis terapi simtomatis pada penderita obstruksi paru kronis (FEV1<50% dari normal) dan risiko eksaserbasi berulang, pada pasien yang mempunyai gejala yang mengikuti penggunaan bronkodilator kerja panjang.

Peringatan: 

asma yang diterapi dengan stimulan adrenoseptor beta-2 yang menerima antiinflamasi kortikosteroid, tiroksikosis, feokromositoma, obstruksi hipertropi kardiomiopati, stenosis aortik subvalvular idiopati, hipertensi berat, aneurisme, gangguan kardiovaskular berat, penyakit jantung iskemi, takiaritmia, gagal jantung berat, hiperkalemi, hiperglikemi pada pasien yang menggunakan stimulan adrenoseptor beta-2, sirosis hati berat dan tuberkulosis aktif atau diam; mungkin perlu mengembalikan terapi sistemik selama periode stress atau jika jalan udara terganggu atau mukus menghalangi akses obat ke jalan udara yang lebih kecil.

Interaksi: 

ketokonazol, penghambat MOA, L-dopa, L-tyrosin, oksitosin, alkohol, beta adrenergik.

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap obat dan komponen obat.

Efek Samping: 

sakit kepala, agitasi, lemah, bingung, pusing, mual, gangguan tidur, palpitasi, takikardi; tremor, kram; infeksi kandida pada oropharing, iritasi tenggorokan, batuk, serak, spasme bronkus, urtikaria, pruritus.

Dosis: 

Asma: Dewasa: 80/4,5 mcg 1-2 inhalasi 2 kali sehari atau 160/4,5 mcg 1-2 inhalasi 2 kali sehari Anak (6 tahun keatas) dosis rendah untuk anak 6-11 tahun; secara teratur pasien harus dinilai ulang oleh dokter untuk mendapatkan dosis inhaler yang optimal; obstruksi paru kronis: Dewasa 2 inhalasi 2 kali sehari; pada lansia tidak memerlukan penyesuaian dosis.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id