FLUMAZENIL

Indikasi: 

melawan efek sedatif benzodiazepin pada anestesia, perawatan intensif, dan prosedur diagnostik.

Peringatan: 

kerja singkat (mungkin diperlukan dosis ulang- efek benzodiazepin dapat bertahan selama minimal 24 jam); ketergantungan benzodiazepin (dapat memicu sindrom putus obat); memperlama terapi benzodiazepin untuk pasien epilepsi (berisiko menyebabkan konvulsi); riwayat panic disorders (risiko kekambuhan); pastikan bahwa blokade neuromuskular sudah hilang sebelum pemberian flumazenil; hindarkan injeksi cepat untuk pasien berisiko tinggi atau yang cemas, dan juga setelah pembedahan besar; gangguan fungsi hati (lihat Lampiran 2); trauma kepala (penghilangan sedasi benzodiazepin yang cepat dapat menyebabkan konvulsi); lansia, anak, kehamilan (lihat Lampiran 4), menyusui.

Kontraindikasi: 

pasien epilepsi yang menerima terapi benzodiazepin untuk waktu yang lama.

Efek Samping: 

mual, muntah, dan flushing; agitasi, ansietas, dan ketakutan bila bangun terlalu cepat; peningkatan selintas tekanan darah dan detak jantung pada pasien dengan perawatan intensif; sangat jarang konvulsi, (terutama pada epilepsi), reaksi hipersensitivitas termasuk anafilaksis.

Dosis: 

dengan injeksi intravena, 200 mcg dalam 15 detik, kemudian 100 mcg pada interval 60 detik bila diperlukan; dosis lazim 300-600 mcg; dosis total maksimum 1 mg (2 mg untuk pasien dalam perawatan intensif); bila tak ada reaksi terhadap dosis ulang, pertanyakan sebabnya.Dengan infus intravena, bila rasa kantuk timbul kembali setelah injeksi, 100-400 mcg/jam, diatur sesuai dengan tingkat sadarnya.