FLUKONAZOL

Indikasi: 

lihat dalam dosis.

Peringatan: 

gangguan ginjal, kehamilan (dosis tinggi menyebabkan teratogenik pada hewan) dan menyusui, peningkatan enzim hati. Aritmia, hindarkan pemakaian bersama astemizol atau terfenadin atau cisaprid.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (antijamur, imidazol, triazol).

Efek Samping: 

nausea, sakit perut, diare, kembung; gangguan enzim hati; kadang-kadang ruam (hentikan obat atau awasi secara ketat); angioudem, anafilaksis, lesi bulosa, nekrolisis epidermal toksik, sindrom Stevens-Johnson; pada pasien AIDS pernah dilaporkan reaksi kulit yang hebat.

Dosis: 

oral, vaginitis dan balanitis kandida, 150 mg dosis tunggal. Kandidiasis mukosa (kecuali genitalia) 50 mg/hari (100 mg/hari untuk infeksi yang sulit sembuh) diberikan selama 7-14 hari, untuk kandidiasis orofarings (maksimal 14 hari, kecuali pasien immunocompromised); 14 hari untuk kandidiasis oral atropikans; 14-30 hari untuk infeksi mukosa lainnya (mis. esofagitis, kandiduria, infeksi bronkopulmoner noninvasif).ANAK, oral atau infus intravena, 3-6 mg/kg bb pada hari pertama, kemudian 3 mg/kg bb per hari (tiap 72 jam pada neonatus usia sampai 2 minggu, tiap 48 jam pada neonatus usia 2-4 minggu). Tinea pedis, korporis, kruris, versikolor dan kandidiasis dermal, per oral, 50mg/hari selama 2-4 minggu (sampai 6 minggu pada tinea pedis); lama pengobatan maksimum 6 minggu. Infeksi kandida invasif (termasuk kandidemia dan kandidiasis diseminata) dan infeksi kriptokokus (termasuk meningitis), oral atau infus intravena, dosis awal 400 mg kemudian 200 mg/hari, bila perlu ditingkatkan menjadi 400 mg/hari. Pengobatan diteruskan sesuai dengan respons (untuk meningitis kriptokokus, minimal 6-8 minggu).ANAK, 6-12 mg/kg bb/hari (tiap 72 jam pada neonatus usia sampai 2 minggu, tiap 48 jam untuk neonatus usia 2-4 minggu). Pencegahan kambuhnya meningitis kriptokokus pada pasien AIDS, 100-200 mg/hari (setelah melengkapi terapi primer). Profilaksis infeksi jamur pada pasien immunocompromised, setelah kemoterapi atau radioterapi, 50-400 mg/hari disesuaikan dengan risiko; 400 mg/hari jika ada risiko tinggi infeksi sistemik, misalnya setelah transplantasi sumsum tulang. Terapi dimulai sebelum terjadinya netropenia dan dilanjutkan smpai 7 hari setelah jumlah netrofil yang diinginkan tercapai. ANAK, tergantung dari lama dan beratnya neutropenia, 3-12 mg/kg bb/hari (tiap 72 jam untuk neonatus usia sampai 2 minggu, tiap 48 jam untuk neonatus usia 2-4 minggu).