FLEROKSASIN

Indikasi: 

infeksi saluran pernafasan bagian bawah, infeksi saluran kemih (disertai komplikasi atau tanpa komplikasi), gonore (infeksi gonokok, tanpa komplikasi), infeksi salmonela yang disebabkan oleh Salmonella typhi atau paratyphi, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan sendi.

Peringatan: 

dianjurkan memonitor secara berkala bakteriologi untuk menjaga kemungkinan timbulnya resistensi bakteri bilamana respon klinik tidak memuaskan; dapat menyebabkan stimulasi susunan saraf pusat pada pasien yang diketahui atau diduga mempunyai kelainan neurologi; lansia dengan penurunan fungsi ginjal dan berat badan rendah; turunkan dosis pada gangguan fungsi ginjal, sirosis hati dengan asites dan lansia; fotosensitif; hati-hati apabila menjalankan mesin atau mengendarai kendaraan bermotor karena menyebabkan pusing.

Interaksi: 

pemberian bersama dengan antasid yang mengandung aluminium hidroksida dan/atau magnesium hidroksida menurunkan absorpsi sebanyak 20-25%.

Kontraindikasi: 

pasien yang hipersensitif terhadap kuinolon termasuk asam nalidiksat; anak-anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun, kehamilan dan menyusui.

Efek Samping: 

mual, muntah, diare, insomnia, sakit kepala, pusing, lelah, pruritus, plebitis; mulut kering, rasa tidak enak pada mulut, anoreksia, konstipasi, sakit perut, infeksi vagina, hipotensi, artralgia, fotosensitif, erupsi, berkeringat, mimpi buruk, perasaan terbakar, pruritus, merah pada tempat penyuntikan, jumlah eosinofil tinggi, jumlah sel-sel darah merah meningkat, leukosit rendah, jumlah bilirubin tinggi, SGPT tinggi, SGOT tinggi, alkalin fosfatase tinggi, BUN tinggi, urea tinggi, glukosa bebas tinggi, dan protein dalam urin tinggi.

Dosis: 

oral atau infus intravena selama 1 jam, 400 mg sekali sehari; lama pengobatan umumnya 7- 14 hari, tetapi pada infeksi yang lebih serius atau infeksi kronis kulit dan jaringan lunak dan infeksi tulang dan sendi dibutuhkan pengobatan yang lebih lama (hingga 12 minggu); Infeksi gonokok tanpa komplikasi, infeksi saluran kemih tanpa komplikasi (sistitis pada ibu-ibu muda) dosis tunggal, oral, 400 mg.Infeksi saluran kemih, oral, 200 mg selama 7-10 hari.Infeksi saluran pernafasan bagian bawah, infus intravena, 400 mg sekali sehari, oral, 400 mg sekali sehari. Infeksi saluran kemih (disertai komplikasi atau tanpa komplikasi), oral, 200 mg sekali sehari.Gonore (infeksi gonokok tanpa komplikasi), oral, 400 mg sekali sehari.Infeksi salmonella yang disebabkan Salmonella typhi atau paratyphi, infus intravena, 400 mg sekali sehari, oral, 400 mg sekali sehari. Infeksi kulit dan jaringan lunak, infus intravena, 400 mg sekali sehari; oral, 400 mg sekali sehari. Infeksi tulang dan sendi, infus intravena, 400 mg sekali sehari, oral, 400 mg sekali sehari. Penyesuaian dosis tidak diperlukan pada infeksi-infeksi yang diobati dengan dosis ganda 200 mg atau dosis tunggal 400 mg, tetapi penyesuaian dosis diperlukan untuk golongan pasien tertentu, pengobatan dimulai dengan dosis tunggal 400 mg, kemudian dilanjutkan dengan dosis tetap 200 mg sekali sehari selama pengobatan; golongan pasien ini adalah pasien dengan bersihan kreatinin < 40 mL per menit atau yang menjalani hemodialisa dan chronic ambulatory peritoneal dialysis (CAPD), pasien dengan berat badan < 50 Kg, pasien wanita berumur 65 tahun atau lebih dan pasien berusia 75 tahun atau lebih dimana ekskresi ginjalnya menurun; pasien dengan kasus sirosis hati yang disertai asites; pasien dengan kegagalan fungsi hati.