ETINILESTRADIOL + DROSPIRENON

Indikasi: 

Kontrasepsi oral, yang mempunyai efek antimineral kortikoid dan antiandrogenik yang juga bermanfaat untuk wanita yang mempunyai gejala dan riwayat retensi cairan yang berhubungan dengan hormon, dan untuk wanita yang berjerawat dan seborrhea.

Peringatan: 

Jika terjadi faktor risiko seperti yang tersebut di bawah ini, sebaiknya sebelum memulai terapi perlu dipertimbangkan manfaat dan kerugian dari penggunaan KOK. Jika terjadi efek samping yang memburuk, sebaiknya harus segera menghubungi dokter. Dokter akan memutuskan apakah penggunaan KOK harus dihentikan. Gangguan Sirkular, kanker/tumors, keadaan lain wanita yang menggunakan obat ini bersama-sama dengan obat lain yang potensial dapat menaikan kadar natrium seperti penghambat ACE, antagonis reseptor angiotensin II, aldosteron antagonis, diuretik, atau AINS harus diperiksa kadar natrium selama siklus pertama pengobatan. Pada pasien gagal ginjal kapasitas eksresi Natrium terbatas. Secara teori resiko hiperkalemia diminimalisir dengan mengecek kadar natrium selama siklus pertama pengobatan. Penggunaan KOK pada wanita dengan hipertrigliseridemia, atau riwayat keluarga, kemungkinan resiko terjadinya pankreatitis meningkat.
Penggunaan KOK harus segera dihentikan bila terdapat gangguan fungsi hati yang kronik atau akut sampai nilai fungsi hati kembali normal, demikian pula jika gejala cholestatic jaundice timbul kembali dan atau terjadi cholestatic pruritus selama awal kehamilan atau sebelumnya menggunakan sex steroid, maka penggunaan KOK harus segera dihentikan.Walaupun KOK mempunyai efek terhadap resistensi peripheral insulin dan toleransi glukosa, pada penggunaan KOK dosis rendah (mengandung <0,05 mg ethinylestradiol) tidak perlu mengganti regimen terapetik untuk diabetes, tetapi penggunaan KOK pada wanita diabetes harus dipantau secara hati-hati. Selama pemakaian KOK dilaporkan bahwa telah terjadi Crohn's disease, ulcerative colitis, manifestasi klinik Dubin-Johnson syndrome dan Rotor syndrome. Kemungkinan dapat terjadi Chloasma pada wanita yang menggunakan KOK, terutama wanita yang mempunyai riwayat Chloasma gravidarum. Selama menggunakan KOK, wanita yang mempunyai kecenderungan Chloasma harus menghindari paparan sinar matahari atau radiasi UV.
Kehamilan dan menyusui
Obat ini tidak diindikasikan selama kehamilan. Jika terjadi kehamilan selama penggunaan Obat ini, maka pemberian tablet harus segera dihentikan. Laktasi dapat dipengaruhi oleh KOK yaitu adanya pengurangan jumlah dan perubahan komposisi air susu ibu, selanjutnya penggunaan KOK tidak dianjurkan sampai selesai masa menyusui.

Interaksi: 

terjadi peningkatan bersihan hormon sex menjadi petunjuk adanya pendarahan dan kegagalan kontrasepsi oral. Hal tersebut terjadi dengan adanya hidantoin, barbiturat, primidon, karbamazepin dan rifampisin; juga dicurigai dengan okskarbazepin, topiramat, felbamat dan griseovulfin. Mekanisme interaksi ini berdasarkan adanya enzim di hati. Induksi enzim maksimal umumnya tidak terlihat pada minggu ke 2-3 tetapi kemudian bertahan selama minggu ke 4 setelah terapi dihentikan. Kegagalan kontrasepsi juga dilaporkan dengan adanya antibiotik, seperti ampisilin dan tetrasiklin. Metabolit drospirenon dalam plasma dihasilkan tanpa pengaruh sistem sitokrom P450. Penghambatan sistem enzim ini tidak mempengaruhi metabolisme drospirenon.

Kontraindikasi: 

Adanya riwayat trombosis vena atau arteri atau tromboemboli (seperti venous thrombosis, pulmonary embolism, infark miokard) atau pada kecelakaan cerebrovascular. Ada riwayat prodromi thrombosis (serangan iskemia, angina pektoris). Riwayat migrain dengan gejala neurologik fokal. Faktor risiko untuk trombosis arteri yaitu diabetes melitus, hipertensi berat, severe dyslipoproteinemia. Faktor penyebab bawaan terjadinya trombosis vena atau arteri seperti APC-resistance, defisiensi antitrombin III, defisiensi Activated Protein C (APC), defisiensi protein S, hyperhomocys-teinemia anti phospolipid-antibodies (anticardiolipin-antibodies, lupus anticoagulant). Faktor risiko yang menyebabkan terjadinya thrombosis vena atau arteri. Pankreatitis atau penderita dengan riwayat hipertrigliseridemia berat. Penyakit hati berat atau fungsi hati tidak kembali normal. Insufisiensi ginjal atau gagal ginjal akut. Kanker hati (benign atau malignant). Karsinoma payudara dan atau genital. Pendarahan vaginal yang tidak terdiagnosa. Kehamilan. Hipersensitivitas terhadap zat aktif atau zat tambahan.

Efek Samping: 

Efek samping yang dilaporkan adalah payudara: tenderness, nyeri, pembesaran, sekresi; sistem saraf pusat: sakit kepala, migrain, perubahan libido, depresi; saluran pencernaan: mual, muntah dan keluhan lain pada saluran cernal; kulit: kelainan kulit seperti rash, erythema nodosum, erythema multiforme; urogenital: perubahan dalam sekresi vaginalMata: intoleransi lensa kontak; lain-lain: retensi cairan, perubahan berat badan, reaksi hipersensitivitas.

Dosis: 

Tablet harus diminum setiap hari sesuai petunjuk dalam kemasan, jangan diminum satu jam sebelum atau sesudah makan. Tablet dimakan setiap hari selama 21 hari secara berurutan. Tiap kemasan berikutnya dimulai setelah interval 7 hari tidak minum tablet, selama tidak makan obat biasanya terjadi menstruasi. Biasanya mulai pada hari ke 2-3 setelah tablet terakhir diminum dan berhenti sebelum kemasan berikutnya dimulai.
Memulai Penggunaan:
Tidak menggunakan kontrasepsi hormonal sebelumnya
.
Tablet diminum pada hari pertama siklus haid. Mulai pada hari ke 2-5 masih diperbolehkan, tetapi selama siklus pertama dianjurkan menggunakan pelindung selama 7 hari pertama penggunaan tablet. Mengganti Kontrasepsi Oral Kombinasi (KOK) yang lain Obat ini digunakan pada hari setelah tablet aktif KOK terakhir diminum, tetapi paling lambat digunakan interval waktu minum tablet tanpa zat aktif atau tablet plasebo dari penggunaan KOK sebelumnya.
Mengganti penggunaan hanya progestogen
(minipill, suntik, implant) atau progestogen releasing intrauterine system (IUS). Pengguna dapat mengganti hari minipill (dari implant atau IUS pada hari penggantinya, dari obat suntik bila injeksi berikutnya dilakukan), tetapi dianjurkan menggunakan pelindung selama 7 hari pertama penggunaan tablet.
Aborsi trimester I
Dapat digunakan secepatnya. Bila digunakan tidak diperlukan kontrasepsi tambahan.
Sesudah melahirkan
Untuk wanita menyusui (lihat peringatan dan perhatian).
Aborsi Trimester II
Untuk wanita menyusui (lihat peringatan dan perhatian). Digunakan mulai hari ke 21 sampai 28 setelah aborsi trimester ke dua. Jika terlambat digunakan dianjurkan menggunakan pelindung selama 7 hari pertama penggunaan tablet. Tetapi jika sudah berhubungan dikhawatirkan terjadi kehamilan, sebelum memulai penggunaan KOK sebaiknya harus menunggu sampai hari pertama menstruasi. Bila terlambat makan obat kurang dari 12 jam, tidak mengurangi perlindungan kontrasepsi, dan segera makan saat disadari dan lanjutkan penggunaan tablet seuai aturan pakai.Bila terlambat makan obat lebih dari 12 jam, daya lindung kontrasepsi berkurang.
Terlupa minum obat
Bila terlambat makan obat kurang dari 12 jam, tidak mengurangi perlindungan kontrasepsi, dan segera makan saat teringat dan lanjutkan penggunaan tablet seuai aturan pakai. Bila terlambat makan obat lebih dari 12 jam, daya lindung kontrasepsi berkurang.

 

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id