ESTAZOLAM

Indikasi: 

Semua bentuk gangguan tidur disebabkan oleh gugup, ansietas, tegang, psikosis dan nyeri setelah operasi, trauma.

Peringatan: 

Menjalankan mesin, lansia, gangguan jantung, ginjal dan hati, bayi, kehamilan, menyusui, dapat terjadi sedasi yang berlebih, depresi pernapasan, hipotensi, atau gangguan koordinasi gerakan.

Interaksi: 

Obat penekan SSP (hipnosedatif dan derivat fenotiazin), antidepresi, penghambat MAO, alkohol, dan pelemas otot: meningkatkan efek estazolam.

Kontraindikasi: 

Miastenia gravis, hipersensitivitas.

Efek Samping: 

Ketergantungan pada penggunaan jangka panjang, gejala putus obat, depresi pernapasan, reaksi tidak normal, mengantuk, pusing, kepala terasa ringan, gangguan koordinasi gerakan, sakit kepala, lesu, kemerahan, gatal.

Dosis: 

Dewasa. Neurosis, gangguan dalam: 1-2 mg. Psikosis, skizofrenia: 2-4 mg. Sebelum operasi: 1-2 mg pada malam hari. Estazolam digunakan sebelum tidur. Dosis disesuaikan menurut umur, gejala, dan kondisi pasien.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id