ESOMEPRAZOL

Indikasi: 

refluks gastroesofagal (Gastroesophageal Reflux Disease/GERD): terapi refluks esofagal erosif, pengobatan jangka panjang pada pasien yang telah sembuh dari esofagitis untuk mencegah kekambuhan, terapi simtomatis GERD; Regimen terapi kombinasi dengan antibakteri yang sesuai untuk eradikasi Helicobacter pylori dan mengobati H. pylori terkait dengan tukak duodenum; Pasien yang memerlukan terapi AINS yang berkesinambungan: mengobati tukak lambung terkait dengan terapi AINS, pencegahan tukak lambung dan duodenum terkait dengan terapi AINS pada pasien dengan risiko, pasien dinyatakan dengan risiko disebabkan oleh usianya (>60 tahun) dan riwayat tukak peptik dan terapi konkomitan dengan anti koagulan dan/atau kortikosteroid.

Peringatan: 

lihat catatan di atas, gagal ginjal (lampiran 3). Data keamanan pada kehamilan masih sangat terbatas, pemberian pada wanita hamil hanya apabila pertimbangan manfaat melebihi risiko. Hindarkan pemberian kepada wanita menyusui.

Interaksi: 

Lampiran 1 (Penghambat pompa proton).

Kontraindikasi: 

riwayat hipersensitifitas pada esomeprazol.

Efek Samping: 

lihat catatan di atas, juga dilaporkan dermatitis.

Dosis: 

Oral, GERD: terapi refluks esofagal erosif: 40 mg sekali sehari selama 4 minggu. Terapi tambahan selama 4 minggu dianjurkan untuk pasien yang esofagitisnya belum sembuh atau memiliki gejala yang menetap. Esomeprazol 40 mg hanya diberikan untuk pasien dengan mukosa C dan D rusak (berdasarkan sistem klasifikasi LA), derajatnya harus dipastikan melalui endoskopi atau diagnosa radiologi. Pasien GERD dengan derajat esofagitis erosif derajat A dan B direkomendasikan untuk diobati esomeprazol 20 mg; Pengobatan jangka panjang pada pasien yang telah sembuh dari esofagitis untuk mencegah kekambuhan: 20 mg sekali sehari; Terapi simtomatis GERD: 20 mg sekali sehari pada pasien tanpa esofagitis. Jika kontrol gejala tidak tercapai setelah 4 minggu, pasien harus diperiksa lebih jauh. Sekali gejala hilang, kontrol gejala selanjutnya dapat dicapai dengan menggunakan regimen 20 mg sekali bila diperlukan; Regimen terapi kombinasi dengan antibakteri yang sesuai untuk eradikasi H. pylori dan mengobati H.pylori terkait dengan tukak duodenum: 20 mg dikombinasikan dengan klaritromisin 500 mg, keduanya diberikan 2 kali sehari selama 7 hari. Pasien yang memerlukan terapi AINS yang berkesinambungan: mengobati tukak lambung terkait dengan terapi AINS: dosis lazim 20 mg sekali sehari dengan durasi terapi 4-8 minggu; Pencegahan tukak lambung dan duodenum terkait dengan terapi AINS pada pasien dengan risiko: 20 mg sekali sehari.
Anak-anak: esomeprazol tidak dianjurkan diberikan pada anak.
Gangguan fungsi ginjal: tidak perlu penyesuaian dosis pada gangguan fungsi ginjal. Karena terbatasnya penggunaan esomeprazol pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat, pemberian pada pasien ini harus hati-hati.
Gangguan fungsi hati: tidak perlu penyesuaian dosis pada pasien dengan gangguan fungsi hati ringan hingga sedang. Untuk pasien dengan gangguan fungsi hati berat, tidak boleh melampaui dosis maksimum 20 mg.

Keterangan: 

Konseling:
Oral: Telan seluruh tablet atau dilarutkan dalam air.
Injeksi: Injeksi intravena disuntikkan sekurang-kurangnya selama 3 menit atau melalui infus intravena, penyakit refluks gastroesofagal, 40 mg satu kali sehari; gejala penyakit refluks tanpa esofagitis, 20 mg sehari, dilanjutkan dengan pemberian oral jika mungkin.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id