ERITROMISIN

Indikasi: 

sebagai alternatif untuk pasien yang alergi penisilin untuk pengobatan enteritis kampilobakter, pneumonia, penyakit Legionaire, sifilis, uretritis non gonokokus, prostatitis kronik, akne vulgaris, dan profilaksis difetri dan pertusis.

Peringatan: 

gangguan fungsi hati dan porfiria ginjal, perpanjangan interval QT (pernah dilaporkan takikardi ventrikuler); porfiria; kehamilan (tidak diketahui efek buruknya) dan menyusui (sejumlah kecil masuk ke ASI).

Interaksi: 

lampiran 1 (eritromisin dan makrolida lain).Aritmia: hindari penggunaan bersama astemizol atau terfenadin, hindari juga kombinasi dengan cisaprid.

Kontraindikasi: 

penyakit hati (garam estolat)

Efek Samping: 

mual, muntah, nyeri perut, diare; urtikaria, ruam dan reaksi alergi lainnya; gangguan pendengaran yang reversibel pernah dilaporkan setelah pemberian dosis besar; ikterus kolestatik dan gangguan jantung (aritmia dan nyeri dada).

Dosis: 

oral: DEWASA dan ANAK di atas 8 tahun, 250-500 mg tiap 6 jam atau 0,5-1 g tiap 12 jam (lihat keterangan di atas); pada infeksi berat dapat dinaikkan sampai 4 g/hari. ANAK sampai 2 tahun, 125 mg tiap 6 jam; 2-8 tahun 250 mg tiap 6 jam. Untuk infeksi berat dosis dapat digandakan.Akne: 250 mg dua kali sehari, kemudian satu kali sehari setelah 1 bulan.Sifilis stadium awal, 500 mg 4 kali sehari selama 14 hari.Infus intravena: infeksi berat pada dewasa dan anak, 50 mg/kg bb/hari secara infus kontinu atau dosis terbagi tiap 6 jam; infeksi ringan 25 mg/kg bb/hari bila pemberian per oral tidak memungkinkan.