EKSENATID

Indikasi: 

terapi tambahan selain diet dan olahraga pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang tidak dapat dikendalikan dengan metformin dan/atau sulfonilurea. Digunakan dengan metformin dan/atau sulfonilurea.

Peringatan: 

penyakit gastrointestinal berat, berpotensi terjadi pankreatitis akut, dapat menyebabkan penurunan berat badan lebih dari 1,5 kg per minggu, kombinasi dengan sulfonilurea dapat menyebabkan hipoglikemi, gagal ginjal berat, lansia.

Interaksi: 

eksenatid memperlambat pengosongan lambung sehingga dapat mengurangi absorpsi obat lainnya dalam bentuk oral, konsumsi obat oral 1 jam sebelum atau 4 jam sesudah penggunaan eksenatid. Penggunaan bersama warfarin berpotensi meningkatkan INR.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, ketoasidosis diabetik, diabetes mellitus tipe 1, diabetes mellitus tipe 2 yang menerima pengobatan dengan insulin, kehamilan, menyusui.

Efek Samping: 

hipoglikemi, mual, muntah, diare, nafsu makan berkurang, sakit kepala, pusing, dispepsia, nyeri abdomen, refluks gastroesofageal, distensi abdomen, hiperhidrosis, gelisah, astenia, penurunan berat badan, dan imunogenisitas (pasien dapat menghasilkan antibodi anti-eksenatid).

Dosis: 

dewasa, 18 tahun ke atas, dosis awal: injeksi subkutan 5 mcg dua kali sehari selama satu bulan. Dosis dapat ditingkatkan hingga maksimal 10 mcg dua kali sehari. Dosis di atas 20 mcg tidak disarankan. Diberikan satu jam sebelum makan.
Tidak boleh diberikan setelah makan. Jika ada dosis terlewat, lanjutkan sesuai jadwal dosis selanjutnya.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id