DILTIAZEM HIDROKLORIDA

Indikasi: 

pengobatan angina pektoris; profilaksis angina pektoris varian; hipertensi esensial ringan sampai sedang.

Peringatan: 

kurangi dosis pada pasien gangguan fungsi hati dan ginjal; gagal jantung atau gangguan bermakna fungsi ventrikel kiri yang bermakna , bradikardi (hindarkan jika berat), blokade AV derajat satu, atau perpanjangan interval PR.

Interaksi: 

lihat antagonis kalsium (lampiran 1).

Kontraindikasi: 

bradikardi berat, gagal jantung kongesti (denyut jantung di bawah 50 denyut/menit); gagal ventrikel kiri dengan kongesti paru, blokade AV derajat dua atau tiga (kecuali jika digunakan pacu jantung), sindrom penyakit sinus (sinus bradikardi, sinus ares, sinus atrial); kehamilan; menyusui (lampiran 4); hipersensitif terhadap diltiazem.

Efek Samping: 

bradikardi, blokade sinoatrial, blokade AV, jantung berdebar, pusing, hipotensi, malaise, asthenia, sakit kepala, muka merah dan panas, gangguan saluran cerna, edema (terutama pada pergelangan kaki); jarang terjadi ruam kulit (termasuk eritema multiforme dan torn dermatitis), fotosensitif; dilaporkan juga hepatitis, gynaecomastia, hiperplasia gusi, sindrom ekstrapiramidal, dan depresi.

Dosis: 

aritmia, 60 mg tiga kali sehari (usia lanjut awalnya dua kali sehari) jika perlu tingkatkan hingga 360 mg sehari disesuaikan dengan usia dan gejala;

hipertensi esensial ringan sampai sedang, dewasa oral 100-200 mg satu kali sehari;

angina varian, dewasa oral 100 mg sekali sehari, jika tidak ada perubahan maka dapat ditingkatkan hingga 200 mg satu kali sehari.

List Nama Dagang