DIENOGEST

Indikasi: 

pengobatan endometriosis.

Peringatan: 

gangguan sirkulasi darah, tumor, perubahan jadwal menstruasi, depresi, hipertensi, pasien dengan riwayat diabetes, chloasma gravidarum, intoleransi galaktosa.

Interaksi: 

fenitoin, barbiturat, primidon, karbamazepin, rifampisin, okskarbazepin, topiramat, felbamat, griseofulvin nevirapin dapat meningkatkan eliminasi dienogest sehingga menurunkan efek terapi, anti jamur golongan azol (ketokonazol, itrakonazol, flukonazol), simetidin, verapamil, makrolida (eritromisin, klaritromisin dan roksitromisin), diltiazem, penghambat protease (ritonavir, sakuinavir, indinavir, nelfinavir), antidepresan (nefazodon, fluvoksamin, fluoksetin) dapat menurunkan eliminasi dienogest sehingga meningkatkan efek terapi, dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan hati, tiroid, fungsi anak ginjal dan ginjal, kadar protein pembawa (lemak/lipoprotein), parameter metabolisme karbohidrat, parameter koagulasi dan fibrinolisis.

Kontraindikasi: 

gangguan tromboemboli vena aktif, riwayat penyakit arteri dan kardiovaskular (infark miokard, kejadian serebrovaskular, penyakit jantung iskemi), diabetes melitus, riwayat penyakit hati berat, riwayat tumor hati (jinak atau ganas), riwayat kanker yang dipengaruhi hormon kelamin, perdarahan vagina yang tidak terdiagnosis, hipersensitif, kehamilan atau diduga hamil, menyusui, anak perempuan yang belum menstruasi, penggunaan kontrasepsi yang mengandung hormon.

Efek Samping: 

umum: peningkatan berat badan, perubahan perasaan dan depresi, sulit tidur, kegugupan, hilangnya gairah seksual, sakit kepala atau migren, mual, nyeri perut, flatulen, perut kembung, muntah, jerawat, kebotakan, nyeri punggung, nyeri payudara, kista ovarium, rasa terbakar, perdarahan uterin/vaginal termasuk bercak, lemah (kondisi astenik) atau cepat marah; tidak umum: anemia, berkurangnya berat badan atau meningkatnya nafsu makan, lemas, depresi atau gangguan mood, ketidakseimbangan pada sistem saraf otonom atau gangguan konsentrasi, mata kering, tinitus, gangguan sirkulasi yang tidak spesifik atau palpitasi, tekanan darah rendah, sesak napas, diare, konstipasi, nyeri perut, radang perut, dan usus, radang gusi, kulit kering, keringat berlebih, gatal pada seluruh tubuh, masalah rambut pada pria, kuku patah, ketombe, dermatitis, pertumbuhan rambut yang tidak normal, hipersensitif terhadap cahaya atau masalah pigmentasi kulit, nyeri pada tulang, spasme otot, nyeri dan/atau sensasi yang berat pada lengan dan tangan atau paha dan kaki, infeksi saluran kemih, infeksi jamur pada vagina, kering pada daerah alat kelamin, keputihan, nyeri panggul, inflamasi atropik pada alat kelamin disertai keputihan, atau benjolan/massa pada payudara, fibrosistik pada payudara, pengerasan payudara, bengkak yang disebabkan retensi cairan.

Dosis: 

2 mg satu kali sehari dimulai pada hari-hari menstruasi. Diminum setiap hari, pada waktu yang sama. Diminum selama 28 hari secara terus-menerus tanpa memperdulikan perdarahan vagina. Jika 1 kemasan telah habis, lanjutkan ke kemasan berikutnya tanpa jeda.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id