DIDROGESTERON

Indikasi: 

adjuvant pada terapi sulih estrogen; pengobatan defisiensi progesteron.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas, menyusui (Lampiran 5). Sebelum memulai pengobatan dengan didrogesteron untuk pendarahan abnormal, etiologi pendarahan harus dipastikan dahulu.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, neoplasma tergantung progesterone yang diketahui maupun yang suspek, pendarahan vagina yang belum didiagnosis, bila digunakan untuk pencegahan hiperplasia endometrium (pada wanita yang menggunakan estrogen) dikontraindikasikan penggunaannya bersama didrogesteron, gangguan tromboplebitis atau tromboemboli, penyakit atau riwayat penyakit serebrovaskular atau arteri koroner, penyakit atau gangguan fungsi hepar, riwayat jaundice kolestatik, sindroma Dubin-Johnson dan sindroma Rotor, riwayat herpes kehamilan, anemia sickle-cell, dan tumer liver benigna atau maligna yang berkembang selama penggunaan kontrasepsi oral.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Dosis: 

Terapi sulih estrogen: 10 mg/hari selama 10-12 hari perbulan biasanya sudah cukup. 20 mg/hari selama 10-12 hari hanya diberikan bila terjadi withdrawal bleeding yang mengganggu. Dalam kombinasi dengan terapi estrogen siklis, 10 mg didrogesteron/hari selama 12-14 hari terakhir dari terapi estrogen.

Defisiensi progesterone: Dismenorea 10 mg 2x sehari dimulai pada hari ke 5 sampai hari ke 25. Endometriosis, 10 mg 2x sehari dari hari ke 5-25 atau terus-menerus. Amenore sekunder, estrogen sekali sehari pada hari ke 1 sampai 25, dan didrogesteron 10 mg 2x sehari pada hari ke 11-25. Pendarahan uterin abnormal karena ketidak seimbangan hormone, 10-20 mg 1-2x sehari selama 5-10 hari. Untuk mencegah pendarahan lebih berat, 10-20 mg 1-2x sehari pada hari ke 11-25 dari siklus, dan bila perlu diulangi di siklus berikutnya. Sindrom pre menstrual, 10 mg 2x sehari pada hari 12-26. Didrogesteron tidak direkomendasikan untuk di bawah usia 18 tahun.