DESITABIN

Indikasi: 

Sindrom mielodisplastik (MDS), baik yang belum maupun yang sudah diterapi sebelumnya, MDS sekunder dan de novo pada subtipe orang Perancis-Amerika-Inggris dan MDS intermediate-1, intermediate-2 dan kelompok berisiko tinggi menurut sistem skor Prognostik Internasional.

Terapi Leukimia Myeloid Akut (LMA) sekunder atau de novo untuk pasien berusia  ≥ 65 tahun yang baru didiagnosa, menurut klasifikasi WHO yaitu pasien yang tidak termasuk standar kemoterapi induksi.

Peringatan: 

Mielosupresi dan komplikasi mielosupresi, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, penyakit jantung, riwayat gagal jantung kongestif, kehamilan atau berencana hamil.

Interaksi: 

Obat yang diaktivasi oleh reaksi fosforilasi.

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas, menyusui.

Efek Samping: 

Sangat umum: pneumonia, infeksi saluran kemih, infeksi virus, infeksi bakteri, infeksi jamur, demam neutropenia, neutropenia, trombositopenia, anemia, leukopenia, sakit kepala, epistaksis, mual, diare, muntah, stomatitis, pireksia. Umum: sepsis, syok septik, sinusitis, pansitopenia, hipersensitif termasuk syok anafilaktis. Tidak umum: dermatosis neutrofilik demam akut (Sindroma Sweet).

Dosis: 

Terdapat 2 regimen dosis yang dianjurkan yaitu regimen dosis 5 hari pada terapi LMA dan regimen dosis 3 hari atau 5 hari untuk terapi MDS.  Direkomendasikan diberikan selama minimum 4 siklus, namun mungkin memerlukan lebih dari 4 siklus. Pada kasus LMA, untuk mendapatkan respon utuh dibutuhkan rata-rata 4,3 bulan. Pada kasus MDS, dengan regimen dosis 5 hari untuk mendapatkan respon utuh dibutuhkan rata-rata 3,5 siklus, sedangkan pada penelitian MDS dengan regimen dosis 3 hari, dibutuhkan  waktu rata-rata 3 siklus. Namun terapi dapat dilanjutkan sesuai respons pasien, hingga penyakit stabil.

Jika setelah 4 siklus, nilai hematologik dari pasien tidak kembali sesuai nilai pada kondisi sebelum terapi atau terjadi perburukan penyakit, terlihat dengan nilai blast tulang belakang memburuk maka pasien tersebut termasuk yang tidak menunjukan respon dan perlu dipertimbangkan terapi alternatif pengganti desitabin.

Terapi pada LMA: Regimen dosis 5 hari: iv 20 mg/m2 luas permukaan tubuh, infus 1 jam, selama 5 hari berturut-turut (total 5 dosis per siklus), siklus diulang setiap 4 minggu tergantung pada respon  klinis dan toksisitas. Total dosis harian tidak boleh melebihi 100 mg/m2, jika satu dosis ada yang terlewat, terapi harus dilanjutkan sesegera mungkin. Regimen ini dapat diberikan pada pasien rawat jalan.

Terapi MDS: Regimen dosis 3  hari: iv 15 mg/m2  luas permukaan tubuh, infus 3 jam, diulang setiap 8 jam selama 3 hari berturut-turut (total 9 dosis per siklus), siklus diulang kurang lebih setiap 6 minggu tergantung pada respons klinis dan toksisitas, total dosis harian tidak boleh melebihi 45 mg/m2 dan total dosis untuk setiap siklus tidak boleh melebihi 135 mg/m2. Jika satu dosis ada yang terlewat, terapi harus dilanjutkan sesegera mungkin.

Regimen dosis 5 hari: iv 20 mg/m2 luas permukaan tubuh, infus 1 jam, selama 5 hari berturut-turut (total 5 dosis per siklus), siklus diulang setiap 4 minggu tergantung pada respon  klinis dan toksisitas. Total dosis harian tidak boleh melebihi 20 mg/m2 dan dan total dosis untuk setiap siklus tidak boleh melebihi 100 mg/m2. Jika satu dosis ada yang terlewat, terapi harus dilanjutkan sesegera mungkin. Regimen ini dapat diberikan pada pasien rawat jalan.

Penatalaksanaan Mielosupresi dan komplikasinya:pengobatan pada pasien yang mengalami mielosupresi dan komplikasinya dapat dimodifikasi sebagai berikut:

-      LMA: terapi dapat ditunda sesuai intruksi dokter, jika pasien mengalami komplikasi seperti demam neutropenia, infeksi (virus, bakteri, atau jamur), perdarahan. Dapat dilanjutkan bila kondisi pasien sudah membaik.

-      MDS

Regimen dosis 5 hari: pengurangan dosis tidak direkomendasikan, dapat ditunda jika:

Modifikasi regimen dosis dalam tiga siklus pertama

Sitopenia tingkat 3 dan 4 sering muncul dan tidak menggambarkan perkembangan dari MDS. Pra terapi sitopenia tidak dapat ditingkatkan hingga siklus 3. Dalam tiga siklus pertama, untuk mengoptimalkan kondisi neutropenia sedang (ANC < 1000/µL), semua upaya harus dilakukan untuk mempertahankan pengobatan dosis penuh pada interval siklus pengobatan standar. Profilaksis bersamaan antimikroba sesuai pedoman dapat diberikan sampai pemulihan dengan granulosit > 500/µL. Dokter harus mempertimbangkan kebutuhan untuk pemberian awal faktor pertumbuhan untuk mencegah atau pengobatan infeksi pada pasien dengan MDS. Sedangkan untuk mengoptimalkan kondisi trombositopenia sedang (jumlah platelet < 25.000/µL), semua upaya harus dilakukan untuk mempertahankan pengobatan dosis penuh pada interval siklus pengobatan standar dengan pemberian bersama transfusi platelet untuk mencegah perdarahan.

 

Modifikasi regimen dosis setelah siklus ketiga.

Pemberian harus ditunda jika diikuti toksisitas yang berkaitan dengan: mielosupresi berat disertai komplikasi (infeksi tidak dapat diselesaikan oleh anti infeksi), mielosupresi yang sudah lama dengan sumsum tulang hiposeluler  tanpa peningkatan penyakit dalam 6 minggu atau lebih sejka dimulai terapi.

Jika pemulihan (ANC > 1000/µL dan platelet > 50.000/µL) memerlukan waktu lebih dari 8 minggu, pengobatan harus dihentikan, pantau kondisi penyakit (dengan pemeriksaan sumsum tulang belakang) dalam 7 hari setelah pengobatan. Untuk pasien yang telah diterapi minimal 6 siklus dan mendapatkan manfaat dari terapi maka terapi dapat dilanjutkan setelah 8 minggu jika tidak ada perburukan penyakit.

 

Regimen dosis 3 hari

Modifikasi regimen dosis dalam tiga siklus pertama:sama dengan regimen dosis 5 hari.

Regimen dosis 3 hari : dosis modifikasi setelah siklus ketiga.

-      Jika pemulihan hematologik (ANC > 1000/µL dan platelet > 50.000/µL) lebih dari 6 minggu dan kurang dari 8 minggu, maka siklus berikutnya harus ditunda selama 2 minggu dan dosis dikurangi hingga 11 mg/m2 setiap 8 jam selama 3 hari berturut-turut (33 mg/m2/hari, 99 mg/m2/siklus) setelah terapi diulang

-      Jika pemulihan hematologik melebihi 8 minggu tapi kurang dari 10 minggu, maka siklus berikutnya harus ditunda selama 2 minggu dan dosis dikurangi hingga 11 mg/m2 setiap 8 jam (33 mg/m2/hari, 99 mg/m2/siklus) sejak terapi diulang.

-      Jika pemulihan hematologik melebihi 10 minggu, pasien harus berhenti menggunakan obat dan diperiksa perburukan penyakit dalam 7 hari setelah pengobatan berakhir. Namun, untuk pasien yang telah diterapi minimal 6 siklus maka terapi dapat dilanjutkan setelah 10 minggu jika tidak ada perburukan penyakit.

Jika abnormalitas biokimia di bawah ini terjadi, siklus terapi berikutnya harus di tunda sampai kadarnya kembali dalam batas normal:

-    Serum kreatinin lebih dari atau setara dengan 2 mg/dL.

-    Serum glutamat piruvat transaminase (SGPT) atau alaninaminotransferase (ALT) atau bilirubin total lebih dari atau setara dengan 2 kali batas atas normal.

Infeksi bakteri atau virus yang tidak terkontrol.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id