DEKSKETOPROFEN TROMETAMOL

Indikasi: 

mengatasi gejala intensitas nyeri akut, pada keadaan dimana pemberian peroral tidak memungkinkan seperti nyeri pasca operasi.

Peringatan: 

belum dipastikan keamanan penggunaan pada anak-anak; riwayat alergi obat, asma bronkial, gangguan pada saluran cerna harus dipantau, khususnya perdarahan saluran cerna. Jika terjadi pendarahan atau tukak gastrointestinal, terapi harus dihentikan dengan segera. Seperti AINS lain: dapat menghambat agregasi platelet dan memperpanjang waktu perdarahan melalui penghambatan sintesa prostaglandin; pasien yang menerima obat yang mempengaruhi haemostasis; dapat terjadi peningkatan nitrogen urea dan kreatinin plasma; seperti penghambat sintesis prostaglandin, dapat terjadi efek samping pada sistem ginjal; glomerulonefritis, nefritis interstisial, nekrosis papilar ginjal, sindroma nefrotik dan gagal ginjal akut; obat ini dapat meningkatkan enzim hati (sementara), jika terjadi peningkatan SGPT dan SGOT yang signifikan, hentikan terapi dengan segera; hati-hati pada pasien dengan gangguan hematopoetik, SLE, atau penyakit jaringan ikat tipe campuran; dapat menutupi gejala infeksi; hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati, ginjal atau jantung dan kondisi lain yang akan menyebabkan retensi cairan, pada pasien-pasien ini dapat menimbulkan kemunduran fungsi ginjal dan retensi cairan; pada pasien yang mendapat terapi diuretik atau yang dapat mengalami hipovolemia karena dapat meningkatkan resiko nefrotoksisitas.

Interaksi: 

tukak dan perdarahan saluran cerna dapat terjadi pada penggunaan bersama AINS lain, karena adanya efek sinergis. Dapat terjadi peningkatan risiko perdarahan dan kerusakan pada mukosa saluran cerna pada penggunaan bersama obat antikoagulan, heparin di atas dosis profilaksis secara parenteral, begitu juga dengan tiklopidin.lihat Lampiran 1 (AINS).

Kontraindikasi: 

riwayat hipersensitivitas terhadap deksketoprofen; pasien yang pernah mengalami serangan asma, bronkospasme, rhinitis akut, atau polip nasal, urtikaria atau edema angioneuritik yang diinduksi obat lain dengan cara kerja yang serupa; lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

yang paling sering terjadi mual, muntah, nyeri pada tempat injeksi.

Dosis: 

50 mg setiap 8-12 jam. Jika diperlukan, pemberian dapat di ulang setiap 6 jam. Dosis total perhari tidak boleh melebihi 150 mg. Tidak ditujukan untuk pemakaian jangka panjang, harus dibatasi untuk periode simtomatik akut. Injeksi dapat diberikan secara IM maupun IV.