DARIFENASIN

Indikasi: 

Pengobatan pada kerja kandung kemih yang berlebihan (overactive bladder) dengan gejala dorongan urinasi (urgency incontinence), anyang-anyangan (urge urinary incontinence), beser (urinary frequency) dan nokturia.

Peringatan: 

obstruksi aliran kemih, risiko retensi urinasi, konstipasi parah (didefinisikan sebagai buang air besar 2 kali atau kurang dalam 1 pekan) atau penyakit obstruksi gastrointestinal seperti pyloric stenosis.

Interaksi: 

CYP3A4 inducers: menurunkan kadar plasma darifenasin; meningkatkan inhibitor CYP2D6; Midazolam: sedikit inhibisi akibat darifenasin; peningkatan keterpaparan digoksin.

Kontraindikasi: 

hipersensitif, retensi urin, retensi gastrik, glaukoma sudut sempit tidak terkontrol, Miastenia gravis, gangguan fungsi hati berat, Ulcerative colitis berat, toksik megacolon, pemberian bersama dengan inhibitor CYP3A4 potensial.

Efek Samping: 

mulut kering dan konstipasi.

Dosis: 

Dewasa: dosis awal 7,5 mg per hari, dapat dinaikkan menjadi 15 mg per hari setelah pemberian selama 2 pekan bila diperlukan. Harus diminum 1 kali sehari dengan air. Dapat diminum sebelum atau sesudah makan, dan harus ditelan, jangan dikunyah, dibelah atau dihancurkan.
Lansia: dosis awal 7,5 mg per hari. Setelah pemberian selama 2 pekan, harus dinilai efek dan keamanan pada pasien. Untuk pasien yang memiliki profil toleransi yang baik tapi membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menghilangkan gejala yang ada, dosis dapat ditingkatkan menjadi 15 mg per hari disesuaikan dengan respon individu.
Pasien dengan gangguan fungsi ginjal: tidak dibutuhkan penyesuaian dosis untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
Pasien dengan gangguan fungsi hati: pada pasien dengan gangguan ungsi hati sedang, dosis perhari tidak lebih dari 7,5 mg. Tidak direkomendasikan untuk pasien dengan gangguan fungsi hati parah.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id