DAPAGLIFLOZIN

Indikasi: 

Terapi kombinasi pada diabetes melitus tipe 2 yang tidak teratasi dengan diet dan olahraga.

Peringatan: 

Diabetes melitus tipe 1 atau terapi diabetik ketoasidosis, kerusakan hati, gagal ginjal sedang hingga berat (CrCl <60 mL/min atau eGFR <60 mL/min/1,73 m2), pasien dengan risiko deplesi volume, hipotensi dan/atau ketidakseimbangan elektrolit: dapagliflozin meningkatkan diuresis yang berkaitan dengan penurunan tekanan darah. Terapi pielonefritis atau urosepsis: penghentian penggunaan sementara, lansia ≥75 tahun, meningkatkan hematokrit dan menghasilkan positif pada tes glukosa urin, kehamilan dan menyusui, anak <18 tahun.

Interaksi: 

Diuretik (tiazid dan loop diuretic/furosemid): meningkatkan efek diuretik, risiko dehidrasi dan hipotensi. Sulfonilurea: hipoglikemia. Rifampisin: menurunkan kadar dapagliflozin dalam darah. Asam mefenamat: meningkatkan kadar dapagliflozin dalam darah. Simvastatin: meningkatkan kadar simvastatin dalam darah. 

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas.

Efek Samping: 

Sangat umum: hipoglikemia. Umum: vulvovaginitis, balanitis dan infeksi terkait genital, infeksi saluran kemih, pusing, nyeri punggung, disuria, poliuria, peningkatan hematokrit, penurunan klirens kreatinin ginjal, dislipidemia. Tidak umum: infeksi jamur, deplesi volume, haus, konstipasi, mulut kering, nokturia, kerusakan ginjal, pruritus vulvovaginal, pruritus genital, peningkatan kreatinin darah, peningkatan urea darah, peningkatan berat badan.

Dosis: 

Terapi kombinasi. 10 mg sekali sehari dengan metformin, tiazolidindion, dan sulfonilurea. Bila bersama sulfonilurea, dosis sulfonilurea diturunkan untuk mengurangi risiko hipoglikemia.