BLEOMISIN

Indikasi: 

kanker kulit termasuk kanker penis, skrotum dan vulva; kanker pada kepala dan leher; kanker maxilla, lidah, bibir, faring, rongga mulut; kanker esofagal, kanker serviks, limfoma ganas: retikulosarkoma, limfosarkoma, penyakit Hodgkin?; efusi pleura

Peringatan: 

lihat 8.1 dan keterangan di atas; gangguan hati (Lampiran 2); gangguan ginjal (Lampiran 3); hati-hati dalam penanganan?mengiritasi jaringan

Kontraindikasi: 

Kehamilan (Lampiran 4); menyusui

Efek Samping: 

lihat 8.1 dan keterangan di atas

Dosis: 

Injeksi intramuskular atau subkutanLarutkan 15?0 mg (potensi) bleomisin dalam 5 mL larutan yang sesuai seperti larutan garam fisiologi dll. Lalu suntikkan secara intramuskular atau subkutan.Pada kanker kulit kepala dan leher, kadar bleomisin yang disuntikkan tidak lebih dari 1 mg (potensi)/ mL disekeliling daerah target.Injeksi intra arteriLarutkan 5?5 mg (potensi) bleomisin dalam larutan untuk injeksi seperti larutan garam fisiologi, larutan glukosa dll. Lalu suntikkan secara intraarteri dalam satu suntikan atau dengan infus.Injeksi intravenaLarutkan 15?0 mg (potensi) bleomisin dalam 5?0 mL larutan yang sesuai untuk intravena seperti larutan garam fisiologis, larutan glukosa dll. Lalu suntikkan secara intravena dengan perlahan. Pada pireksia, kurangi dosis menjadi 5 mg (potensi) atau kurang, dan suntikkan lebih sering misalnya 2 kali sehari. Frekwensi penyuntikan, umumnya 1 kali sehari sampai 1 kali seminggu, tergantung kondisi pasien. Umumnya 2 kali seminggu. Dosis total Bleomisin umumnya 300?00 mg

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id