BEKLOMETASON+FORMOTEROL FUMARAT

Indikasi: 

asma yang tidak terkontrol dengan menggunakan kortikosteroid inhalasi dan (jika diperlukan)bronkodilator agonis beta 2 kerja singkat; serta asma yang memiliki respon yang baik terhadap pengobatan kortikosteroid dan bronkodilator kerja panjang. 

Peringatan: 

aritmia, penghambatan atrioventrikular tingkat ketiga dan takiaritmia, stenosis aortik subvalvular idiopati, obstruksi hipertropi kardiomiopati, penyakit jantung berat, infark miokard akut, penyakit jantung iskemi, gagal jantung kongesti, penyempitan pembuluh darah, arteriosklerosis, hipertensi arteri, aneurisma, perpanjangan interval QT, tirotoksikosis, diabetes melitus, feokromositoma, hipokalemia, tuberkulosis atau infeksi virus/jamur, bukan untuk terapi pertama asma, kehamilan, dan menyusui: kecuali jika manfaat lebih besar dari risiko, keamanan dan efektivitas pada anak di bawah 18 tahun belum ditetapkan.

Interaksi: 

beta bloker (termasuk sediaan tetes mata): mengurangi efek formoterol; golongan beta adrenergik: meningkatkan efek formoterol; kuinidin, disopiramid, prokainamid, fenotiazin, antihistamin, penghambat MAO, dan antidepresan trisiklik: meningkatkan perpanjangan interval QT dan risiko aritmia ventrikel; L-dopa, L-tiroksin, oksitosin dan alkohol dapat menurunkan toleransi jantung terhadap agonis beta 2; penghambat MAO termasuk furazolidin dan prokarbazin: dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah; anastesi terhalogenasi: meningkatkan risiko aritmia; turunan xantin, steroid atau diuretik dapat menyebabkan hipokalemi. 

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas

Efek Samping: 

Umum: faringitis, sakit kepala, disfonia (suara serak); Tidak umum: influenza, infeksi jamur di rongga mulut, kandidiasis faring dan esofagus, kandidiasis vagina, gastroentritis, sinusitis, granulositopenia, alergi dermatitis, hipokalemia, hiperglikemia, gelisah, tremor, pusing, otosalpingitis, palpitasi, perpanjangan interval QT pada pemeriksaan EKG, perubahan dalam EKG, takikardia, takiaritmia, hiperaremia, kulit kemerahan,rinitis, batuk, batuk berdahak, iritasi tenggorokan, serangan asma, diare, mulut kering, dispepsia, disfagia, bibir terasa terbakar, mual, gangguan rasa, pruritus, ruam , hiperhidrosis, kejang otot, mialgia, peningkatan protein C-reaktif, peningkatan total platelet, peningkatan asam lemak bebas, peningkatan insulin darah, peningkatan badan keton darah; Jarang terjadi: ekstrasistol ventrikel, angina pektoris, paradoksikal bronkospasme, urtikaria, udema angioneurotik, nefritis, peningkatan/penurunan tekanan darah; Sangat jarang: trombositopenia, reaksi hipensensitivitas, supresi adrenal, perilaku abnormal, gangguan tidur, halusinasi, glaukoma, katarak, fibrilasi atrial, dispnea, eksaserbasi asma, gangguan perkembangan pada anak-anak dan remaja, udem perifer, penurunan kepadatan tulang. 

Dosis: 

Dewasa: 1-2 inhalasi dua kali sehari, dosis harian maksimum: 4 inhalasi.