BAKLOFEN

Indikasi: 

kaku otot kronis akibat kelainan sumsum tulang belakang seperti multiple sclerosis atau trauma tulang belakang.

Peringatan: 

gangguan fungsi ginjal (lihat Lampiran 3); kelainan psikiatris, penyakit serebrovaskuler, penyakit parkinson, lansia; gangguan pernafasan, epilepsi; riwayat tukak lambung; diabetes melitus; hipertonia sfingter kandung kemih; gangguan fungsi hati atau ginjal; kehamilan (lihat Lampiran 4); porfiria; hindari penghentian tiba-tiba.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1.

Kontraindikasi: 

tukak peptik.

Efek Samping: 

sedasi, kantuk, mual; kepala terasa ringan; rasa malas, bingung, pusing, ataksia, halusinasi, sakit kepala, insomnia, euforia, depresi, tremor, nistagmus, paraestesia, kejang, nyeri dan lemah otot, depresi napas dan kardiovaskuler; hipotensi, mulut kering; gangguan saluran cerna dan saluran kemih; kadang-kadang gangguan penglihatan, berkeringat, perubahan rasa kecap, ruam, perubahan kadar gula darah, perubahan angka uji fungsi hati, kaku otot paradoks.

Dosis: 

oral, 5 mg 3 kali sehari, sebaiknya sesudah makan dan dinaikkan bertahap; maksimum 100 mg/hari.
ANAK: 0,75 - 2 mg/kg bb/hari; (anak di atas 10 th. 2,5 mg/kg bb/hari); atau untuk pemeliharaan 4 kali sehari 2,5 mg dinaikkan sesuai dengan usia: 1-2 tahun 10-20 mg/hari, 2-6 th 20-30 mg/hari, dan 6-10 th. 30-60 mg/hari.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id