AZATIOPRIN

Indikasi: 

lihat keterangan di atas

Peringatan: 

hanya digunakan bila monitoring selama penggunaannya dapat dilaksanakan; yang harus dipantau adalah hitung darah lengkap, yaitu setiap minggu selama 8 minggu pertama, lalu setiap 3 bulan; dosis dikurangi pada gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi hati dan manula. Pasien harus diingatkan untuk segera melaporkan bila ada tanda-tanda infeksi, luka yang tidak jelas penyebabnya, pendarahan atau manifestasi lain penekanan sumsum tulang.

Interaksi: 

Lihat Lampiran 1

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas azatioprin atau merkaptopurin; kehamilan (lihat keterangan pada 8.1 tentang sistem reproduksi wanita)

Efek Samping: 

reaksi hipersensitivitas (malaise, pusing, mual, demam, nyeri otot, nyeri sendi, gangguan fungsi hati, ikterus, aritmia, hipotensi, nefritis intertisial); supresi sumsum tulang yang bergantung dosis; rambut rontok, rentan terhadap infeksi bila digunakan bersama kortikosteroid, mual, pankreatitis, pneumonitis; efek terhadap imun respons: lihat 8.1

Dosis: 

oral, 3 mg/kg bb/hari, dikurangi sesuai dengan respons; dosis pemeliharaan 1-3 mg/kg bb; bila tak ada perbaikan dalam 3 bulan, pertimbangkan untuk menghentikan terapi.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id