ATOSIBAN

Indikasi: 

menunda kelahiran pre-term dengan: kontraksi uterus dengan durasi paling tidak 30 detik > 4 kali per 30 menit, dilatasi serviks 1–3 cm (0-3 untuk nullipara) dan effacement ≥ 50%; umur ≥ 18 tahun, usia kehamilan 24–33 minggu, detak jantung janin normal

Peringatan: 

Pada pasien dengan rupture prematur membran, pemberian atosiban hanya apabila pertimbangan manfaat melebihi risiko.

Kontraindikasi: 

usia kehamilan dibawah 24 minggu atau lebih dari 33 minggu; pecah ketuban pada usia kehamilan >30 minggu; perkembangan intrauterus lambat dan detak jantung fetus abnormal; kematian janin intrauterus, dugaan infeksi intrauterus, plasenta previa, kondisi lain pada ibu hamil ataupun janin, dimana kondisi kehamilan cukup berbahaya jika diteruskan; hipersensitivitas pada zat aktif dan zat tambahan.

Efek Samping: 

mual; sakit kepala; gangguan sistem saraf sentral dan perifer; pusing; muntah; muka memerah; takikardi; hipotensi; reaksi pada tempat penyuntikan; hiperglikemia.

Dosis: 

Diberikan secara intravena dalam 3 tahap pemberian yang dilakukan secara berurutan: Dosis awal bolus (6,75 mg) dilanjutkan dengan infus dosis tinggi (300 µg/min) selama 3 jam, kemudian diteruskan dengan dosis yang lebih rendah (infus 100 µg/min) selama 45 jam. Maksimum durasi pengobatan 48 jam. Dosis total yang diberikan selama pengobatan tidak boleh melebihi 330 mg.

Tabel berikut menunjukkan posologi pengobatan dengan injeksi bolus yang dilanjutkan infus.

Tahap

Dosis

Kecepatan injeksi/infus

Dosis atosiban

1

Bolus intravena 0,9 mL

Lebih dari 1 menit

6,75 mg

2

Infus intravena 3 jam

24 mL/jam

18 mg/jam

3

Infus intravena selanjutnya

8 mL/jam

6 mg/jam

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id