ASETOSAL (ASAM ASETILSALISILAT)

Indikasi: 

nyeri ringan sampai sedang; demam (lihat keterangan di atas).

Peringatan: 

asma; penyakit alergi; gangguan fungsi ginjal (lampiran 3); menurunnya fungsi hati; dehidrasi; sebaiknya hindarkan pengunaan pada demam atau infeksi virus pada remaja (risiko Sindrom Reye, lihat keterangan di bawah); kehamilan (lampiran 4); pasien lansia; defisiensi G6PD (lihat 9.1.5);

Interaksi: 

Lampiran 1 (asetosal).

Kontraindikasi: 

anak dan remaja di bawah usia 16 tahun dan ibu menyusui (Sindrom Reye; lihat bawah); riwayat maupun sedang menderita tukak saluran cerna; hemofilia; tidak untuk pengobatan gout. HIPERSENSITIVITAS. Asetosal dan AINS lainnya tidak boleh diberikan kepada penderita dengan riwayat hipersensitivitas terhadap asetosal atau AINS lain; termasuk mereka yang terserang asma; angioudema; urtikaria atau rinitis yang ditimbulkan oleh asetosal atau AINS lain. SINDROM REYE. Karena hubungannya dengan Sindrom Reye, maka sediaan yang mengandung asetosal tidak diberikan pada anak dan remaja di bawah usia 16 tahun, kecuali ada indikasi yang spesifik misalnya untuk pengobatan Sindrom Kawasaki.

Efek Samping: 

biasanya ringan dan tidak sering, tetapi kejadiannya tinggi untuk terjadinya iritasi saluran cerna dengan perdarahan ringan yang asimptomatis; memanjangnya bleeding time; bronkospasme; dan reaksi kulit pada pasien hipersensitif. Overdosis: lihat Pengobatan Darurat pada Keracunan.

Dosis: 

300-900 mg tiap 4-6 jam bila diperlukan; maksimum 4 g per hari. Anak dan remaja tidak dianjurkan (lihat keterangan di atas).