ASAM MIKOFENOLAT

Indikasi: 

Kombinasi dengan siklosporin mikroemulsi dan kortikosteroid untuk profilaksis penolakan transplantasi akut pada pasien yang menerima transplantasi ginjal alogenik

Peringatan: 

Defisiensi herediter hipoxanthine-guanin phosphoribosyl-transferase, wanita yang kemungkinan hamil, menyusui, keganasan, infeksi, diskrasia darah, vaksinasi, gangguan gastrointestinal.

Interaksi: 

Azatioprin: asam mikofenolat sebaiknya tidak diberikan bersama dengan azatriopin. Vaksin hidup: sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan gangguan respon imun. Respon antibodi terhadap vaksin kemungkinan hilang. Asiklovir: peningkatan kadar plasma asam mikofenolat glukuronida dan asiklovir dapat timbul pada pasien gangguan fungsi ginjal. Pada keadaan ini, pasien harus ditindaklanjuti dengan hati-hati. Antasida: absorpsi mikofenolat natrium menurun. Gansiklovir: hati-hati penggunaan bersama pada gangguan fungsi ginjal.

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas, kehamilan.

Efek Samping: 

Sangat umum: infeksi virus, bakteri dan jamur, leukopenia, diare, hipokalsemia, hipokalemia, hiperurisemia, hipertensi, hipotensi. Umum: infeksi saluran kemih, infeksi herpes zoster, kandidiasis oral, sinusitis, infeksi saluran napas atas, gastroenteritis, herpes simplex, nasofaringitis, pneumonia, anemia, trombositopenia, pusing, sakit kepala, batuk, dispnea, dispnea saat beraktivit as, distensi abdomen, nyeri perut, konstipasi, dispepsia, flatulensi, gastritis, feses lunak, mual, muntah, lelah, udem perifer, demam, hiperkalemia, hipomagnesemia, penyimpangan hasil uji fungsi hati, perburukan hipertensi, artralgia, astenia, mialgia, ansietas, peningkatan kreatinin darah.  Tidak umum: infeksi luka, sepsis, osteomielitis, lymphocele, lymphopenia, neutropenia, limpadenopati, penyakit paru interstitial seperti fibrosis paru yang fatal, kongesti paru, mengi, abdomen menjadi lunak, pankreatitis, sendawa, halitosis, ileus, esofagitis, ulkus peptik, subileus, perdarahan gastrointestinal, mulut kering, ulkus mulut, obstruksi saluran parotid, penyakit refluks gastroesofagal, hiperplasia gingival, peritonitis, influenza like illness, udem tungkai bawah, nyeri, kaku, lemah, anoreksia, hiperlipidemia, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, hipofosfatemia, kebotakan, luka memar, jerawat, takikardi, udem paru, ventricular extrasystoles, konjungtivitis, penglihatan kabur, nyeri punggung, kram otot, papiloma kulit, karsinoma sel basal, sarkoma Kaposi, gangguan limpoproliferatif,karsinoma sel squamous, mimpi buruk, delusi, hematuria, renal tubular necrosis, urethral stricture, impotensi.

Dosis: 

Oral:720 mg dua kali sehari. Tablet harus diminum utuh, tidak boleh dihancurkan.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id