ASAM AMINO, KARBOHIDRAT, EMULSI LEMAK DAN ELEKTROLIT

Indikasi: 

untuk melengkapi kebutuhan air, elektrolit, asam amino, lemak dan kalori pada pasien yang memerlukan nutrisi vena sentral karena nutrisi oral atau enteral tidak mencukupi atau tidak memungkinkan.

Peringatan: 

bakteremia (dapat memperburuk kondisi sepsis), gagal jantung (peningkatan volume darah dapat meningkatkan kerja jantung), gagal ginjal yang tidak terkait hiperkalemia, gagal ginjal akibat penyakit ginjal, penurunan air seni akibat uropati obstruktif, dehidrasi, diabetes insipidus, diabetes melitus, luka bakar parah, asidosis parah (dapat terjadi akibat defisiensi vitamin B1, perlu diberikan vitamin B1 dalam jumlah cukup atau lebih dari 3 mg per hari), gangguan pankreas (pankreatitis, sirosis pankreas, tumor), gangguan koagulasi darah, disfungsi hepar, penghentian secara tiba-tiba dapat menyebabkan hipoglikemia, sehingga konsentrasi karbohidrat harus diturunkan secara bertahap, jika diberikan dalam jangka waktu yang lama, perlu dilakukan uji laboratorium seperti uji fungsi hati, kadar lemak darah, uji hematologi, dan uji koagulasi darah secara berkala dalam masa terapi.

Interaksi: 

kalsium dapat meningkatkan efek glikosida jantung seperti digitalis, hentikan pemberian jika timbul gejala seperti aritmia, vitamin K yang berasal dari bahan aktif memiliki efek antagonis terhadap warfarin.

Kontraindikasi: 

kelainan metabolisme elektrolit (hiperkalemia, hiperfosfatemia, hipermagnesemia, hiperkalsemia, hipernatremia, hiperkloremia), koma hepatik atau berisiko tinggi terkena koma hepatik, disfungsi ginjal berat, kelainan metabolisme asam amino, koagulasi darah serius, trombosis, diabetes melitus dengan ketosis, hiperlipidemia.

Efek Samping: 

signifikan secara klinis: asidosis, hiperglikemia, embolisme vena, reaksi anafilaktik, syok anafilaktik: frekeunsi umum hingga tidak umum: demam, nilai uji fungsi hati abnormal (peningkatan AST/GOT, ALT/GPT, Al-P atau gamma-GTP); frekuensi tidak diketahui: kecenderungan perdarahan, ruam, pruritus, glukosuria, diuresis osmotik, mulut kering, disfungsi hati, hipotensi, takikardia, takipnea, dispnea, mual/muntah, diare, menggigil, kulit memerah pada wajah, wajah membengkak, sensasi bau aneh, dada sesak.

Dosis: 

infus 1800 ml melalui vena sentral selama 24 jam. Dosis disesuaikan dengan kondisi, berat badan dan usia pasien.